POTENSI PENGEMBANGAN RUMPUT TIFA (CATTAIL,TYPHA LATIFOLIA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POTENSI PENGEMBANGAN RUMPUT TIFA (CATTAIL,TYPHA LATIFOLIA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL


Pengarang

Muhajir Hidayat - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805105010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan oleh manusia, namun penggunaan minyak bumi yang terus menerus telah mengakibatkan krisis akan minyak bumi. Selain itu penggunaan bahan baku minyak bumi dikhawatirkan dapat memicu pemanasan global. Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi adalah dengan mengembangkan sumber energi yang dapat diperbaharui yaitu bioetanol. Sumber bahan baku pembuatan bioetanol dapat berasal dari serat. Salah satu sumber serat yang belum termanfaatkan seperti rumput tifa (Tyhpa latifolia L). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pH dan lama inkubasi yang optimum (kadar glukosa yang tinggi) pada proses sakarifikasi (selulosa menjadi glukosa) rumput tifa (Cattail, Tyhpa latifolia L) menggunakan enzim selulase Trichoderma
ressei.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor I adalah variasi nilai pH (P) terdiri atas tiga taraf yaitu: Pr: (5,5), P(6), P: (6,5). Faktor II adalah lama inkubsi (L) yang terdiri atas 18 taraf. Lama inkubasi dimulai dari 0 jam hingga 168 jam dengan interval 24 jam pada 48 jam pertama, kemudian setiap 12 jam hingga 84 jam dan 4 jam hingga 120 jam kemudian kembali lagi pada interval l2jam hingga 168 jam. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 162 perlakuan. Analisis yang dilakukan terhadap bahan baku bioetanol adalah kadar air, kadar abu, kadar selulosa dan kadar lignin. Sedangkan analisis untuk hasil bioetanol adalah kadar glukosa, nilai pH dan kadar etanol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengontrolan pl I (P) yang dilakukan pada saat inkubasi berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK