Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN ACEH BARAT
Pengarang
Aris Marta - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0805101050165
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kabupaten Aceh Barat yang memiliki luas 276.478,02 ha telah menyusun rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 20 I 2-203I dengan alokasi kawasan hutan berdasarkan SK Menhutbun No. I 70/Kpts-11/2000 dan mengevaluasi penyirnpangan penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 dengan RTRW Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis peta. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan sejak Maret 2012 hingga Febuari 2013.Rencana tata ruang wilayah Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-20311 membagi wilayahnya menjadi dua alokasi ruang utama yaitu kawasan lindung seluas 107.158,79 ha (38,76%) dan kawasan budidaya seluas 169.319,63 ha (61,24%), sedangkan menurut SK Menhutbun No. 170/Kpts-II/2000, kawasan hutan lindung Kabupaten Aceh Barat adalah seluas 108.669,97 ha (39,30%), kawasan hutan produksi seluas 4.722,01 ha (1,71%), dan areal penggunaan lain seluas 163.086,04 ha (58,99%). Penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 terbagi atas hutan primer seluas 81.350,07 ha (29,42%), hutan sekunder seluas 48.340,59 ha (17,48%), perkebunan seluas 52.576,66 ha (19,02%), pertanian seluas 77.326,60 ha (27,97%), garnbut seluas 6.431,59 ha (2,33%), permukiman seluas 6.756,03 ha (2,44%), kawasan sempadan sungai seluas 1.303,18 ha (0,47%), dan tanah terbuka seluas 2.393,30 ha (0,87%).
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penyimpangan alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 terhadap kawasan hutan Kabupaten Aceh Barat yang ditetapkan dalam SK Menhutbun No. 170/Kpts-ll/2000 seluas 6.663,45 ha (2.41%), sedangkan sisanya seluas 269.814,57 ha (97,59%) tidak terjadi penyimpangan. Penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 juga menunjukkan terjadi penyimpangan terhadap alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 yaitu seluas 25.31921 ha (9,16%), antara lain kawasan lindung menjadi hutan sekunder seluas 22.199,35 ha (8,03%), kawasan lindung dimanfaatkan sebagai areal perkebunan seluas 1.079,44 ha (0,39%), dimanfaatkan untuk pertanian seluas 1.723,28 ha (0,62%), dan dimanfaatkan untuk kawasan permukiman seluas 317,14 ha (0,11%), dan seluas 251.158,81 ha (90,84%) tidak menyimpang dari RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN ACEH BARAT (Aris Marta, 2020)
ANALISIS NERACA PENGGUNAAN LAHAN DAN PERUBAHANNYA TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PIDIE (Zulfajri, 2016)
ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Mirza Arbi, 2016)
ANALISIS PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DARI RENCANA TATA RUANG WILAYAH TAHUN 2004 DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS LAHAN DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Karta Suriya, 2025)
ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN (RISKI YUNIANDA, 2018)