<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82377">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN PIDIE JAYA (PENDEKATAN MODEL PERMINTAAN HAMPIR IDEAL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JULI ARDIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini bertujuan  untuk  mengetahui  dampak  peningkatan pendapatan, jumlah anggota    keluarga,    dan    harga    beras    terhadap    permintaan   beras,    serta    untuk mengetahui    perilaku   rumah   tangga   dalam   mengkonsumsi   beras   menurut   strata pendapatan  di  Kabupaten  Pidie Jaya.  Untuk mencapai  tujuan tersebut  penelitian   ini menggunakan data  primer  dan data sekunder.  Pengambilan  sampel  dilakukan  secara sengaja   (purposive  random  sampling).   Responden   penelitian   ini   adalah   kepala keluarga  di Kecamatan Meureudu,  Kabupaten Pidie Jaya  yang berjumlah   138 kepala keluarga.  Model  yang  digunakan   dalam  penelitian  ini  adalah  Model  AIDS  (Almost Ideal Demand System).  Berdasarkan pengolahan data diperoleh  hasil  bahwa  masing- masing variabel  bebas  (pendapatan,  jumlah anggota  keluarga,  dan harga  beras) tidak berpengaruh   terhadap   variabel  terikat   (permintaan   beras)  atau  terdapat   hubungan yang tidak signifikan  secara statistik.  Berdasarkan  hasil ini, peranan  beras dalam  pola konsumsi  rumahtangga  mengindikasikan  bahwa  diperlukannya  intervensi  kebijakan pemerintah  dalam  menjamin  tersedianya pangan  dan nutrisi  dalam jumlah dan mutu yang   dibutuhkan   pada   tingkat   barga   yang   terjangkau    dengan    memperhatikan peningkatan pendapatan  masyarakat.   Terpenuhinya  kebutuhan   pangan    baik  secara kualitas    maupun    kuantitas    adalah    hal  yang   sangat   penting   sebagai    landasan pembangunan   manusia   seutuhnya   dalam  jangka  panjang  dan   merupakan   modal penting dalam pembangunan nasional.&#13;
&#13;
Kata  Kunci  :   Permintaan Beras,  Pendapatan,  Jumlah  Anggota  Keluarga,  Harga&#13;
Beras, AIDS&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82377</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-26 10:15:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-26 10:16:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>