EKSISTENSI IMUEM MUKIM DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LIMBAH KRUENG BALEE (STUDI KASUS PENCEMARAN LIMBAH PABRIK SEMEN PT. LAFARGE CEMENT INDONESIA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EKSISTENSI IMUEM MUKIM DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LIMBAH KRUENG BALEE (STUDI KASUS PENCEMARAN LIMBAH PABRIK SEMEN PT. LAFARGE CEMENT INDONESIA)


Pengarang

Maulizar Mch - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410104010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Imuem Mukim memiliki kewenangan tidak hanya terbatas dalam urusan
adat akan tetapi juga berperan dalam penyelesaian sengketa. Tugas Imuem Mukim
dalam menyelesaikan sengketa tercantum dalam Qanun Nomor 4 Tahun 2003
tentang Pemerintahan Mukim yang menyebutkan bahwasanya salah satu tugas
mukim adalah menyelesaikan sengketa. Skripsi ini berjudul tentang Analisis
Eksistensi Imuem Mukim Dalam Menyelesaikan Masalah Limbah Krueng Balee
(Studi Kasus Pencemaran Limbah Pabrik Semen PT. Lafarge Cement Indonesia).
Berdasarkan hal di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini
yaitu bagaimanakah eksistensi imuem mukim dalam menanggapi kebijakan saat
penyelesaian kasus pencemaran limbah PT. Lafarge Cement Indonesia itu
berlangsung dan apa saja kebijakan yang diambil dari pihak kemukiman dalam
menanggapi kasus pencemaran limbah PT. Lafarge Cement Indonesia. Teori
utama yang digunakan dalam skripsi ini yaitu teori eksistensialisme dan kebijakan
publik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksistensi Imuem Mukim Lhoknga
dalam penyelesaian kasus pencemaran limbah PT. Lafarge Cement Indonesia
Mukim belum memberikan kontribusi dalam penyelesaian kasus tersebut, baik
berupa kebijakan, maupun program pelayanan kemasyarakatan yang belum
maksimal, oleh karena itu eksistensi atau keberadaan Mukim Lhoknga belum
sepenuhnya dijalankan dengan baik sehingga menyebabkan kurangnya tingkat
presensi Mukim Lhoknga dalam pemerintahannya. Kebijakan Imum Mukim
belum bisa mewujudkan perdamaian di masyarakat sehingga sengketa yang ada
tidak dapat terselesaikan hingga saat ini. Imuem Mukim disarankan dapat
mempertahankan eksistensinya sebagai peran penting di masyarakat, salah
satunya adalah menyelesaikan sengketa.

Kata Kunci : Eksistensi, Imum Mukim, Pencemaran Limbah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK