<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82098">
 <titleInfo>
  <title>PEMEKARAN WILAYAH GAMPONG MATA IE , KECAMATAN BLANG PIDIE, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PEMEKARAN WILAYAH GAMPONG MATA LE, KECAMATAN BLANGPIDIE, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muzakir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dengan  beralihnya  konsep  pembangunan  daerah  dari  sistem  tersentralisasi di pusat menjadi   pelimpahan   wewenang   kepada   daerah   melalui   mekanisme   desentralisasi, persoalan  kemandirian daerah  melalui  sistem  pemekaran  juga menjadi   issue  sentral termasuk  di dalamnya  pemekaran  desa.  Konsep  pemekaran  wilayab  sendiri  dipabami sebagai  suatu  proses  pembagian  sistem  administrasi wilayab  menjadi  lebih  dari  satu wilayah.  Tujuannya  yang  ingin  dicapai  adalah  untuk  meningkatkan  peJayanan  dan percepatan    pembangunan.  Pemekaran   wilayab  juga diharapkan   dapat  menciptakan kemandirian   daerab  sebagai  salah  satu  kunci  keberhasilan  otonomi  daerah.  Namun pemekaran   wilayah  tidak tertutup  kemungkinan akan  menimbulkan  masalah  yang baru,  salah-satunya  adanya   timbulnya   penguasa-penguasa  kecil   akibat  pemekaran tersebut.    Tujuan    penelitian   ini   adalah    untuk    mengetahui    faktor-faktor    yang melatarbelakangi  pemekaran   wilayah   khususnya  di  Gampong  Mata Ie  Kecamat an Blangpidie,  Kabupaten  Aceh  Barat  Daya  untuk  melabirkan Gampong  Babah  Lhung sebagai   gampong   definitif.   Kemudian  untuk   mengetahui   bagaimana  faktor-faktor pemekaran   wilayah  tersebut  saling  mempengaruhi  satu  sama  lainnya.Penelitian  ini menggunakan  metode kualitatif dengan  peodekatan diskriptif kualitatif dalam pemekaran  wilayab  Gampong  Mata le Kecamatan B1angpidie Kabupaten Aceh Barat Daya  .  Sampel  dalam  penelitian  ini berjumlah 15 orang  yang  masing-masing terdiri dari:  7 (tujuh) orang tokoh informal,   4 (empat)  orang dari masyarakat umum, 2 (dua) orang tokoh  formal (kepala desa defenitif clan kepala  desa  induk)  dan 2 (dua)  orang dari panitia  pelaksana   pemekaran  wilayab   Gampong   Babah  Lhung.  Teknik  dalam pengumpulan   data    dalarn    penelitian   ini   adalab    observasi,indepth   interview/ wawancara,   dan    analisis    dokumentasi.   Hasil       analisis    dalam    penelitian   ini menjelaskan, bahwa  pemekaran  Gampong Mata  le menjadi Gampong  Babah  Lhung lebih  cenderung   dilakukan   melalui   proses   permainan  politik   para  penguasa   saja. Demikian  juga dengan  aspek  sarana  dan  prasarana  pemerintahan clan pembelajaran tata  kelola  pemerintahan dan  sebagainya yang  tampaknya masih  sangat  lemah.  Hal tersebut   mengindikasikan  babwa  proses   persetujuan  pemekaran   daerah   acap   kali dilakukan  dengan   menggunakan   &quot;lobi-lobi&quot;.    Sebagai   contoh,   dalam mempertimbangkan pemekaran,   konsu1tan  lebih  banyak  mendasarkan alasan administratif  ketimbang faktor  lainnya.   Dengan  besamya   kemungkinan  pemekaran hanya  dilakukan  melalui  &quot;lobi-melobi&quot;, sesuai dengan  pembahasan hasil  penelitian Gampong  Babah Lhung juga mengandalkan hal tersebut. Berrmodalkan sumber  daya alam yang ada dan dengan  melakukan  jalur politik  sekarang  Gampong  Babah  Lbung dapat terbentuk. Dengan  adanya panclangan yang demikian  politik  dan ekooomi  dapat menjadi faktor yang sangat berhubungan satu sama lainnya.  Dimana  penguasa  daerah hanya ingin menguasai   asset-asset dan hasil  alam  yang  dimiliki   Gampong   Babah Lhung  pada  saat ini.  Selain  itu  aspek   luas  wiJayab   clan jumlah  penduduk sudah memenuhi  syarat pemekaran.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Pemekaran  Wilayah&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82098</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-21 09:33:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-21 09:34:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>