KORELASI ANTAR GANGGUAN TIDUR DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN A1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KORELASI ANTAR GANGGUAN TIDUR DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN A1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2


Pengarang

Dr. Ganis Irawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307601020006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang
Gangguan tidur dan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan epidemi global yang mengalami peningkatan pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Kedua gangguan ini diketahui memiliki hubungan negatif dua arah. Gangguan tidur diketahui memiliki pengaruh negatif terhadap toleransi glukosa dan kontrol glikemik. Sejauh ini belum ada penelitian mengenai pengaruh gangguan tidur terhadap HbA1c pada pasien DMT2 di Indonesia

Tujuan
Untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara gangguan tidur, kualitas tidur subjektif, durasi tidur, latensi tidur, efisiensi tidur, gangguan pola tidur dan disfungsi aktivitas siang hari dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2
Metode
Penelitian potong lintang dengan consecutive sampling terhadap pasien DMT2 yang berobat di Poliklinik Endokrinologi, Metabolik dan Diabetes Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin Banda Aceh pada periode Oktober 2020. Gangguan tidur dinilai menggunakan kuesioner PSQI, hasilnya dibandingkan dan dianalisis terhadap kadar HbA1c.

Hasil
Dilakukan penelitian terhadap 100 orang sampel (55 laki-laki, 45 perempuan). Sebanyak 50 sampel dengan kualitas tidur buruk, 50 sampel dengan kualitas tidur baik. Tidak ada perbedaan kualitas tidur yang bermakna berdasarkan jenis kelamin (p=0,546), usia (p=0,376), IMT (p=0,806), lama menderita DMT2 (p=0,420) dan komorbid hipertensi. (p=0,109). Hasil analisa korelasi : gangguan tidur-HbA1c (r = -0,271, p = 0,006), latensi tidur-HbA1c (r = 0,200, p = 0,046), efisiensi tidur-HbA1c (r = 0,28, p = 0,005), gangguan pola tidur-HbA1c (r = 0,274, p = 0,006), durasi tidur-HbA1c (r=0,101, p=0,318), kualitas tidur subjektif-HbA1c (r=0,185, p=0,066) dan disfungsi aktivitas siang hari – HbA1c (r=0,140,p=0,163).

Kesimpulan
Gangguan tidur berkorelasi negatif terhadap kadar HbA1c. Latensi tidur, efisiensi tidur dan gangguan pola tidur secara independen berkorelasi positif terhadap kadar HbA1c. Tidak ada korelasi antara durasi tidur, kualitas tidur subjektif maupun disfungsi aktivitas siang hari dengan kadar HbA1c.


Kata Kunci : Gangguan Tidur, HbA1c, DMT2

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK