DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOML, INFLASI DAN KRISIS EKONOMI TERHADAP PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOML, INFLASI DAN KRISIS EKONOMI TERHADAP PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA


Pengarang

Aria Wandra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0401101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan krisis ekonomi terhadap jumlah penduduk miskin di Indonesia, baik hubungan partial maupun secara simultan. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan data sekunder periode 1989-2010 yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel.
Penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji-t dapat disimpuJkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara parsial dan signnifikan terhadap penduduk miskin di Indonesia dengan tingkat keyakinan 95 persen (?= 0,05). Hal ini dibuktikan dengan membandingkan nilai t-hitung dengan t-tabel dimana t-hitung lebih besar dari t-tabel. Variabel IHK dan krisis ekonomi tidak memiliki pengaruh parsial yang signifikan terhadap penduduk miskin karena nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel. Berdasarkan uji-F dapat disimpulkan bahwa variabel petumbuhan ekonomi, IHK, dan krisis ekonomi secara simultan mempengaruhi variabel penduduk miskin. Hal ini dibuktikan dengan membandingkan nilai F-hitung yang lebih besar dari F-tabel. Koefesien determinan (R2)adjusted sebesar 0,7620 bermakna bahwa variabel pertumbuhan ekonomi, IHK, dan krisis ekonomi mampu menjelaskan perubahan variabel penduduk miskin sebesar 76,20 persen, sedangkan selebihnya (23,80 persen) dijelaskan diluar penelitian ini.
Oleh sebab itu, Pemerintah harus mampu membuat kebijakan yang dapat rnengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia secara cepat dan nyata. Kebijakan yang bersifat padat karya sangat tepat diterapkan di Indonesia mengingat banyak penduduk di Indonesia banyak yang menganggu:r. Pemerintah harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar memberikan dampak pengurangan penduduk miskin.


Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Krisis Ekonomi dan Penduduk Miskin.












Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK