<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82008">
 <titleInfo>
  <title>KEBERMAKNAAN HIDUP PRIA GAY DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MURSAL SIDIQ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gay  adalah  pria  yang  memiliki  ketertarikan erotik,  psikologis, emosional  dan sosial kepada  pria. Risiko yang kerap  kali ditemui  oleh gay ketika berinteraksi dengan  lingkungan  adalah  penolakan. Menjalani hidup sebagai  pria gay  bukan merupakan  hal yang mudah, banyak masalah yang dialami  oleh pria gay dalam proses menemukan  makna hidupnya. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui fenomena  kebermaknaan hidup pria gay yang berdomisili  di kota Banda Aceh. Penelitian  ini  menggunakan  metode kualitatif dengan pendekatan  fenomenologi. Subjek  dalam   penelitian   ini   3  orang   pria   gay.   Proses   pengambilan    data menggunakan   wawancara   mendalam  yang  dilakukan   selama  ± 2  bulan  dan observasi    non-partisipan    karena   peneliti   tidak   ikut   ambil   bagian   dalam kebidupan  subjek.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pria gay  menemukan makna  hidupnya  setelah menjadi  gay, karena  sudah mendapatkan jawaban atas jati diri dan orientasi seksual serta identitasnya dengan melakukan  penghayatan sehingga  merasakan  kebahagiaan.  SJ1   dan    SJ3 menemukan   makna  hidupnya dengan saling berbagi pengalaman hidup dan memberi dukungan kepada teman- teman yang memiliki masalah  hidup yang sama sehingga  menjadi suatu bentuk pembelajaran   bagi    dirinya.    SJ2    menemukan    makna    hidupnya    dengan membentuk komunitas Violet Grey sebagai tempat penguatan teman-teman  yang memiliki masalah  hidup  yang  sama  dan menjadi  aktivis  bagi  kaum  LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender) yang memperjuangkan masalah seksualitas dan gender.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci  :  Kebermaknaan  Hidup, Pria Gay, Kebahagiaan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82008</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-20 09:16:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-20 09:29:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>