<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="81918">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH UPAH RIIL TERHADAP PERMINTAAN TENAGA KERJA DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Roehoel Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah riil terhadap permintaan  tenaga  kerja  di  Indonesia.  Penelitian  ini  akan  membahas  mengenai faktor-fakor yang mempengaruhi permintaan tenaga kerja di Indonesia. Pembahasan dari  penelitian  ini  hanya  terbatas  pada  masalah  pengaruh  variabel--variabel  yang diduga berpengaruh terhadap tenaga kerja yaitu upah dan permintaan tenaga kerja.&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan  uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai koefisien  ([1) sebesar  8,757 artinya  apabila  terjadi  kenaikan  variabel upah  rill    sebesar  Rp  1.000    maka terjadi  penambahan  permintaan  tenaga  kerja sebesar 8.757 jiwa  dengan asumsi variable  lain tetap. Jika pemerintah  menaikkan tingkat upah   sebesar Rp  1.000 dengan asumsi laju inflasi tetap maka akan terjadi penambahan  permintaan  tenaga  kerja  di  Indonesia  sebesar  8.75 jiwa.  Koefisien determinisi  sebesar 0,651  bermakna  variabel  upah riil  mampu menjelaskan  variasi perubahan   variabel   permintaan   tenaga   kerja   sebesar   65, l O    persen,   sedangkan selebihnya  dijelaskan oleh  variabel  lain di  luar penelitian  ini.  Hasil  uji-t  dengan tingkat keyakinan 95 persen (a=0,05)  menunjukkan bahwa variabel upah riil berpengarub positif dan signifikan terhadap variabel permintaan tenaga kerja.  Hal ini dibulctikan dengan  membandingkan  nilai  t-hitung  dengan  t tabel  dimana t-hitung lebih besar dari t-tabel.Pemerintah  pusat  diharapkan  mampu  menetapkan  tingkat  upah yang tepat. Penetapan upah harus disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja sehingga tidak terjadi kekurangan  permintaan  tenaga kerja sehingga  terjadi  kebihan pencari kerja. Penetapan tingkat upah juga harus disesuaikan dengan kemampuan pengusaha dalam membayar upah.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Upah, Inflasi, Permintaan tenaga kerja&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>81918</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-19 09:21:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-19 09:21:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>