<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="81897">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR (KURS) VALUTA ASING DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Reza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh nilai ekspor, nilai impor dan inflasi terhadap nilai tukar valuta asing.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari berbagai laporan dan kompilasi khususnya publikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Untuk melihat pengaruh nilai ekspor,&#13;
nilai impor dan inflasi terhadap nilai tukar valuta asing periode 1993-2007 selama 15 tahun digunakan pendekatan analisis regresi linier berganda.Hasil persamaan analisis regresi diperoleh: ER=  3.483,100 +0,219 X-0,265 M +21,450? + e1 Konstanta sebesar 3.483,100, artinya bilamana nilai ekspor (X), nilai impor (M) dan inflasi (? )  dianggap konstan, maka nilai tukar mengalami peningkatan  sebesar 3.483,100 poin. Koefisien regresi ?1 = 0,219, berarti bahwa setiap adanya peningkatan nilai ekspor  sebesar  1juta  dolar AS, maka akan menyebabkan kenaikan nilai  tukar rupiah sebesar 0,219 poin,  dengan asumsi faktor-faktor lain  konstan.  Koefisien regresi   ?2= 0,265, artinya bahwa setiap terjadinya penurunan nilai impor sebesar 1 juta dolar AS, maka akan menyebabkan peningkatan nilai tukar  rupiah sebesar 0,265 poin.  ?3 = 21,450, berarti bahwa setiap terjadinya peningkatan inflasi sebesar 1   persen, maka akan menurunkan nilai tukar rupiah sebesar 21,45 poin. Berdasarkan nilai perhitungan Adjusted R Square (Adj.R2)= 0,6375 persen, menunjukkan bahwa kemampuan variabeJ  bebas nilai ekspor (X),  nilai impor (M) dan inflasi  (?)  untuk  menjelaskan pengaruh terhadap variabel  terikat  (ER) sebesar 63,75 persen sedangkan  36,25 persen faktor-faktor lain yang tidak diuji mempengaruhi  nilai tukar rupiiah.  Dari  hasil  pengujian berdasarkan uji-F,  diperoleh F hitung sebesar 9,207, sedangkan F-tabel dengan tingkat  signifikansi ? = 5 persen adalah sebesar 3,590.  Hal  ini memperlihatkan bahwa F hitung &gt; F tabel, artinya bahwa nilai ekspor, nilai impor dan inflasi bersama-sama berpengaruh secara dominan dan signifikan terhadap nilai tukar rupiah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOREIGN EXCHANGE</topic>
 </subject>
 <classification>332.45</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>81897</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-16 15:56:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-24 21:55:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>