PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA


Pengarang

Indri Hapsari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0201101010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder periode 1997-2008 yang bersumber dari Bank lndonesia, Badan Pusat Statistik, dan instansi yang terkait dengan penelitian ini. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel yang dianalisis dengan menggunakan model regresi linier.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh model persamaan : ?t =417,499 +9,991x10-13Ms + ei. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah uang beredar terhadap inflasi di Indonesia. Konstanta (?0) sebesar 417,499 artinya apabila variabel jumlah uang beredar sama dengan nol (0) makalaju IHK di Indonesia adalah sebesar 417,499 persen. Koefisien regresi untuk jumlah uang beredar (?0 ) sebesar 9,991x10-13 menyatakan bahwa setiap terjadinya kenaikan jumlah uang beredar sebesar 1 rupiah ma.ka akan meningkatkan laju IHK sebesar 9,991x10-13 persen, faktor-faktor lain juga tetap. Koefisien korelasi (R) sebesar 0,957, artinya jumlah uang beredar memiliki korelasi yang sangat kuat dengan IHK di Indonesia. Korelasi antara jumlah uang beredar dengan IHK adalah 95,7 persen, sedangkan 4,3 persen lagi berkorelasi dengan faktor lain di luar penelitian ini. Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah melalui Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia seharusnya lebih ketat dalam mengontrol jumlah uang beredar di Indonesia dengan cara pengontrolan suku bunga BI dan bank-bank umum.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK