<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="81822">
 <titleInfo>
  <title>KEDUDUKAN HUKUM KESEPAKATAN PERDAMAIAN YANG DIBUAT SETELAH LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN TENTANG AKTA PERDAMAIAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANTONI SUJARWO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KEDUDUKAN HUKUM KESEPAKATAN PERDAMAIAN&#13;
YANG DIBUAT SETELAH LAHIRNYA PUTUSAN&#13;
PENGADILAN TENTANG AKTA PERDAMAIAN&#13;
Antoni&#13;
1&#13;
Sujarwo&#13;
Darmawan&#13;
2&#13;
Teuku Muttaqin Mansur&#13;
1&#13;
3&#13;
ABSTRAK&#13;
Menurut Pasal 36 ayat &#13;
2016 tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan menyatakan bahwa para pihak&#13;
dengan atau tanpa bantuan Mediator bersertifikat yang berhasil menyelesaikan&#13;
sengketa di luar Pengadilan dengan kesepakatan perdamaian dapat mengajukan&#13;
kesepakatan perdamaian kepada Pengadilan yang berwenang untuk memperoleh&#13;
Akta Perdamaian dengan cara mengajukan gugatan. Akta perdamaian sama&#13;
dengan putusan hakim, Akta Perdamaian memiliki kekuatan eksekutorial,&#13;
sehingga harus dijalankan oleh para pihak dan apabila salah satu pihak tidak&#13;
melaksanakan persetujuannya yang ditulis dalam akta perdamaian dalam putusan&#13;
perdamaian, maka pihak lawan dapat langsung melakukan permohonan eksekusi.&#13;
Namun, dalam hal ini salah satu dari para pihak mengingkari isi dari akta&#13;
perdamaian tersebut.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kekuatan hukum putusan akta&#13;
perdamaian, untuk menjelaskan pelaksanaan putusan akta perdamaian serta untuk&#13;
menjelaskan akibat hukum putusan akta perdamaian yang tidak dilaksanakan dan&#13;
apa upaya hukumnya.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Sumber data yang&#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian&#13;
ini menggunakan pendekatan kualitatif.&#13;
Hasil penelitian Pelaksanaan Putusan Akta Perdamaian, Hakim lebih&#13;
cenderung menggunakan Acte Van Dading untuk Akta perdamaian yang dibuat&#13;
oleh para pihak karena Hakim dalam hal ini menilai bahwa akta perdamaian&#13;
merupakan suatu kesepakatan dari kedua belah pihak. Kedudukan hukum&#13;
kesepakatan perdamaian yang dibuat setelah lahirnya putusan pengadilan tentang&#13;
akta perdamaian tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan&#13;
mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan, maka dari&#13;
itu akta perdamaian memiliki kekuatan hukum tetap sesuai dengan kesepakatan&#13;
kedua belah pihak. Kekuatan hukum kesepakatan perdamaian yang dibuat setelah&#13;
lahirnya putusan pengadilan tentang akta perdamaian sifatnya final sehingga tidak&#13;
ada lagi upaya banding dan kasasi dalam memperoleh perdamaian yang sudah&#13;
disepakati oleh kedua belah pihak, oleh sebab itu perdamaian yang dilakukan oleh&#13;
kedua belah pihak merupakan penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang&#13;
secara hukum akta perdamaian telah sampai pada keputusan yang inkrah.&#13;
Disarankan kepada kedua belah pihak dalam hal akta perdamaian telah&#13;
dilakukan kesepakatan, harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri atau Mahkamah&#13;
Syar’iyah agar akta perdamaian memiliki legalitas yang kuat sehingga tidak&#13;
terjadi ingkar janji dari kedua belah pihak. Disarankan kepada Mahkamah Agung&#13;
Republik Indonesia agar dalam perdamaian diupayakan maksimal supaya dapat&#13;
menganggarkan anggaran yang dapat dipergunakan untuk sosialisasi dan&#13;
penyuluhan hukum kepada masyarakat agar masyarakat lebih memahami konteks&#13;
dari akta perdamaian. Disarankan kepada Hakim Mahkamah Syar’iyah Meulaboh&#13;
agar dalam kasus perdamaian yang terjadi antara kedua belah pihak agar dapat&#13;
memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat dan aparat Gampong atau&#13;
Desa untuk mensosialisasikan setiap keputusan yang dibuat oleh Hakim karena&#13;
keputusan yang telah ditempuh melalui jalur mediasi merupakan putusan yang&#13;
mengikat sehingga tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun.&#13;
Kata Kunci : Kedudukan hukum, Kesepakatan, Putusan Pengadilan, Akta&#13;
Perdamaian&#13;
11&#13;
2&#13;
3&#13;
Mahasiswa&#13;
Ketua Komisi Pembimbing&#13;
Anggota Komisi Pembimbing&#13;
&#13;
LEGAL STATUS OF RECONCILIATION AGREEMENT MADE&#13;
AFTER THE ISSUANCE OF COURT DECISION ON CERTIFICATE&#13;
OF RECONCILIATION&#13;
Antoni&#13;
2&#13;
Sujarwo&#13;
Darmawan&#13;
iii&#13;
2&#13;
Teuku Muttaqin Mansur&#13;
ABSTRACT&#13;
1&#13;
3&#13;
Article 36 paragraph &#13;
This study aims to explain the legal power of decision ofreconciliation&#13;
certificate, to explain the implementation of decisionofreconciliation certificate&#13;
and to explain legal consequencesof the decision of reconciliation certificate&#13;
which is not implemented as well as its legal efforts.&#13;
This research is an empirical legal research.Source of data used in this&#13;
study are primary data and secondary data. This research uses a qualitative&#13;
approach.&#13;
The results indicates that Implementation of decision of reconciliation&#13;
certificate, the Judges tend to use Acte Van Dading for the certificate of&#13;
reconciliation made by the parties because the judge in this case considers that&#13;
reconciliation certificate is an agreement of both parties. The legal statusof a&#13;
reconciliation agreement which was made after the issuance of court decision on&#13;
certificate of reconciliation, the reconciliation cannot be denied on the reason of&#13;
an error regarding the law or on the reasons that one of the parties was harmed,&#13;
therefore the certificate of reconciliation has permanent legal force in accordance&#13;
with the agreement of both parties. The legal power of reconciliation agreement&#13;
which was made after the issuance of court decision on certificate of&#13;
reconciliation is final so that there are no more legal efforts of appeal and&#13;
cassation in obtaining a peace that has been agreed by both parties, therefore, the&#13;
reconciliation carried out by both parties isthe disputes resolution outside the&#13;
court which legally the certificate of reconciliation has arrived at  decision that is&#13;
inkracht.&#13;
It is suggested to both parties that in term of the certificate of reconciliation&#13;
have been agreed upon, it must be registered to the District Court or Syar'iyah&#13;
Court so that the certificate of reconciliation has strong legality so that there is no&#13;
breach of agreement from both parties. It is suggested to the Supreme Court of the&#13;
Republic Indonesia that the peace is maximally pursued in order to be able to&#13;
allocate the budget that can be used for socialization and legal counseling to&#13;
community so that the community can understand better about the context of the&#13;
certificate of reconciliation. It is recommended to the Meulaboh Syar’iyah Court&#13;
judge that in the case of peace that occurs between the two parties so that they&#13;
can provide knowledge to the community and village or village officials to&#13;
disseminate any decisions made by the judge because the decisions that have been&#13;
taken through mediation are binding decisions so that they do not can be&#13;
contested by anyone.&#13;
Keywords : Legal status, Agreement, Court Decision, Certificate of Reconciliation&#13;
21&#13;
2&#13;
3&#13;
Student&#13;
Chairman ofSupervising committee&#13;
Chairman of Supervising committee</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>81822</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-15 17:51:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-16 09:26:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>