<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="81687">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI PEMERIKSAAN RONTGEN DADA DAN ELEKTROKARDIOGRAM DENGAN TEMUAN EKOKARDIOGRAM DALAM MENDETEKSI HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI PADA PASIEN HIPERTENSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NISA MUFLIHATI FAJRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, salah satunya hipertrofi ventrikel kiri. Untuk menegakkan diagnosis hipertrofi ventrikel kiri perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiogram, rontgen dada dan ekokardiogram. Sampai saat ini ekokardiogram dijadikan sebagai gold standard, namun keterbatasan alat menyebabkan fasilitas kesehatan di daerah lebih sering menggunakan elektrokardiogram dan rontgen dada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi pemeriksaan rontgen dada dan elektrokardiogram dengan temuan ekokardiogram, serta mengetahui nilai diagnostik rontgen dada dan elektrokardiogram dengan ekokardiogram sebagai gold standard dalam menentukan hipertrofi ventrikel kiri pada pasien hipertensi. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder sebanyak 74 sampel. Data dianalisis menggunakan Koefisien Kontingensi dengan SPSS serta menghitung nilai sensitivitas, spesifisitas, akurasi, nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif. Hasil penelitian didapatkan nilai korelasi rontgen dada sebesar 0,062 dengan p = 0,592 dan nilai korelasi elektrokardiogram sebesar 0,180 dengan p = 0,116. Nilai sensitivitas dan spesifisitas dari rontgen dada yaitu 73,2% dan 33,3%, sedangkan elektrokardiogram yaitu 42,8% dan 77,7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapatnya korelasi yang sangat lemah pada pemeriksaan rontgen dada dan elektrokardiogram dengan ekokardiogram. Kombinasi rontgen dada dan elektrokardiogram dapat membantu menegakkan diagnosis hipertrofi ventrikel kiri karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi.	&#13;
&#13;
Kata Kunci: Hipertensi, Hipertrofi Ventrikel Kiri, Ekokardiogram, Rontgen Dada, Elektrokardiogram &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>81687</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-14 22:15:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-15 11:24:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>