UJI RESISTENSI NYAMUK ANOPHELES SPP TERHADAP INSEKTISIDA CYPERMETHRIN MENGGUNAKAN METODE CENTERS FOR DISEASE CONTROL BOTTLE BIOASSAY TEST | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI RESISTENSI NYAMUK ANOPHELES SPP TERHADAP INSEKTISIDA CYPERMETHRIN MENGGUNAKAN METODE CENTERS FOR DISEASE CONTROL BOTTLE BIOASSAY TEST


Pengarang

Sabri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1802201010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Masyarakat Veterenir (S2) / PDDIKTI : 54162

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Uji Resistensi Nyamuk Anopheles spp Terhadap Insektisida Cypermethrin Menggunakan Metode Centers For Disease Control Bottle Bioassay Test.
Sabri, Muhammad Hanafiah, Rinidar, Yudha Fahrimal, Teuku Zahrial Helmi



Resistensi nyamuk terhadap insektisida merupakan masalah paling penting dan sangat berbahaya yang berpengaruh terhadap program pengendalian malaria. Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi resistensi insektisida yaitu metode Centers for Disease Control bottle bioassay test yang dapat diterapkan sebagai bagian dari program pemantauan resistensi insektisida yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi nyamuk Anopheles spp terhadap insektisida Cypermetrin pada lokasi kasus malaria tahun 2018 di Kota Sabang. Lokasi pengujian resistensi dilakukan di wilayah Balohan, Batee Shok dan Iboih. Uji resistensi nyamuk Anopheles spp terhadap insektisida Cypermetrin dilakukan menggunakan metode centers for disease control bottle bioassay test dengan jumlah nyamuk uji sebanyak 100 ekor per lokasi. Data uji resistensi dianalisis menggunakan regresi probit.Hasil pengujian resistensi pada nyamuk Anopheles spp terhadap insektisida Cypermethrin menunjukkan bahwa kematian nyamuk yang diuji dalam waktu 30 menit di tiga (3) lokasi yang berbeda yaitu Balohan dengan tingkat kematian nyamuk sebesar 3%, Iboih 98% dan Batee Shok 99%. Nilai LT50 untuk wilayah Balohan yaitu sebesar 101,47 menit, Batee Shok 25,38 menit, dan Iboih 13,50 menit, dengan nilai rasio resistensi masing-masing sebesar 16,67 kali, 1,82 dan 1,02. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nyamuk Anopheles spp yang terdapat di wilayah Balohan telah resisten terhadap insektisida Cypermethrin, sedangkan nyamuk Anopheles spp yang terdapat di wilayah Batee Shok dan Iboih tergolong masih rentan terhadap insektisida Cypermethrin.

Kata kunci: Anopheles spp, insektisida Cypermethrine, bottle bioassay test Centers for Disease Control.
ABSTRAK

Uji Resistensi Nyamuk Anopheles spp Terhadap Insektisida Cypermethrin Menggunakan Metode Centers For Disease Control Bottle Bioassay Test.
Sabri, Muhammad Hanafiah, Rinidar, Yudha Fahrimal, Teuku Zahrial Helmi



Resistensi nyamuk terhadap insektisida merupakan masalah paling penting dan sangat berbahaya yang berpengaruh terhadap program pengendalian malaria. Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi resistensi insektisida yaitu metode Centers for Disease Control bottle bioassay test yang dapat diterapkan sebagai bagian dari program pemantauan resistensi insektisida yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi nyamuk Anopheles spp terhadap insektisida Cypermetrin pada lokasi kasus malaria tahun 2018 di Kota Sabang. Lokasi pengujian resistensi dilakukan di wilayah Balohan, Batee Shok dan Iboih. Uji resistensi nyamuk Anopheles spp terhadap insektisida Cypermetrin dilakukan menggunakan metode centers for disease control bottle bioassay test dengan jumlah nyamuk uji sebanyak 100 ekor per lokasi. Data uji resistensi dianalisis menggunakan regresi probit.Hasil pengujian resistensi pada nyamuk Anopheles spp terhadap insektisida Cypermethrin menunjukkan bahwa kematian nyamuk yang diuji dalam waktu 30 menit di tiga (3) lokasi yang berbeda yaitu Balohan dengan tingkat kematian nyamuk sebesar 3%, Iboih 98% dan Batee Shok 99%. Nilai LT50 untuk wilayah Balohan yaitu sebesar 101,47 menit, Batee Shok 25,38 menit, dan Iboih 13,50 menit, dengan nilai rasio resistensi masing-masing sebesar 16,67 kali, 1,82 dan 1,02. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nyamuk Anopheles spp yang terdapat di wilayah Balohan telah resisten terhadap insektisida Cypermethrin, sedangkan nyamuk Anopheles spp yang terdapat di wilayah Batee Shok dan Iboih tergolong masih rentan terhadap insektisida Cypermethrin.

Kata kunci: Anopheles spp, insektisida Cypermethrine, bottle bioassay test Centers for Disease Control.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK