Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PROSES PENGAJUAN MASALAH MATEMATIS SISWA YANG BERADA PADA DIMENSI OPTIMISME BAD EVENT
Pengarang
Zulfikar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1806203020003
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S2) / PDDIKTI : 84102
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pengajuan masalah (Problem Posing) merupakan salah satu aspek penting dalam matematika, karena mampu mengembangkan keterampilan siswa dan menyelidiki pemahaman mereka tentang matematika. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang mengungkap tentang dimensi optimisme siswa dalam mengajukan masalah. Namun, penelitian tersebut masih belum mengungkap proses pengajuan masalah siswa yang berada pada dimensi optimisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengajuan masalah siswa yang berada pada dimensi optimisme bad event. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa (dua siswa yang berada pada dimensi optimism PMB (permanent bad-event), dua siswa yang berada pada dimensi opteimisme PVB (pervasive bad-event) dan dua siswa yang berada pada dimensi optimisme PSB (personal-bad event)) kelas VIII MTsN 1 Pidie Jaya yang dipilih secara purposive berdasarkan siswa yang berada pada dimensi optimisme bad event. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses pengajuan masalah siswa yang berada pada dimensi optimisme PMB dan PVB sudah cukup baik. siswa pada dimensi PMB dan PVB terlebih dahulu memahami permasalahan yang diberikan sebelum mengajukan soal dan pada saat mengajukan soal kedua siswa memikirkan apakah soal yang diajukan dapat diselesaikan atau tidak. Akibat, kedua siswa mampu mengajukan soal matematika yang dapat diselesaikan. Namun, Proses pengajuan masalah siswa yang berada pada dimensi optimisme PSB terbilang cukup, kedua siswa terlebih dahulu memahami permasalahan yang diberikan namun pada saat mengajukan soal tidak memikirkan apakah soal yang dibuat dapat diselesaikan. Sehingga kedua siswa belum mampu dalam proses penyelesaiannya, namun disaat diberikan scaffolding satu siswa mampu menyelesaikan masalah dan satunya lagi masih tidak bisa karena kurang pemahaman konsep. diharapkan guru dapat mencari strategi yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan problem posing siswa terutama dalam menyelesaikan masalah yang dia buah khususnya bagi siswa PSB.
.
Kata Kunci: Dimensi optimisme, Problem posing, Matematika, Optimisme
Tidak Tersedia Deskripsi
BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI MULTIPLE INTELLIGENCES (IDAWANI, 2020)
HUBUNGAN DISPOSISI MATEMATIS DAN KONEKSI MATEMATIS DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP ISLAM YPUI BANDA ACEH (NURFADHILAH, 2024)
KEMAMPUAN BEPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KELAS XI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH (Hasanul Basri, 2019)
KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (Zia Anjelina, 2021)
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMA. (FERI IRAWAN, 2014)