POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK DARI USAP VAGINA PADA KASUS KETUBAN PECAH DINI DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2019 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK DARI USAP VAGINA PADA KASUS KETUBAN PECAH DINI DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2019


Pengarang

dr. Fahriatni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507601030011

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan / PDDIKTI : 11708

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak
Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya selaput ketuban sebelum munculnya tanda persalinan. Kondisi ini meningkatkan resiko infeksi hingga kematian baik pada ibu maupun janin. Sampai saat ini belum ada data spesifik di Aceh mengenai pola bakteri dan pilihan antibiotik yang tepat untuk kasus ketuban pecah dini.
Tujuan: Untuk mengetahui pola bakteri dan pola sensitivitas antibiotik pada kasus ketuban pecah dini di RSUDZA Banda Aceh.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desktiptif observasional secara retrospektif. Penelitian dilakukan di RSUDZA Banda Aceh. Sebanyak 45 ibu dengan diagnosis ketuban pecah dini dilakukan pada periode April 2019 sampai Desember 2019 untuk pemeriksaan kultur swab vagina. Pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas antibiotik dilakukan di laboratorium mikrobiologi klinik RSUDZA menggunakan alat Vitex 2 compact.
Hasil: Hasil swab vagina 45 kasus pasien ketuban pecah dini menunjukkan 31 sampel (73%) tumbuh bakteri patogen dan 14 (31.1%) kasus tidak tumbuh bakteri patogen. Mikroorganisme tumbuh sebanyak 16 (35.6%) kasus bakteri Gram negatif dan bakteri gram positif 12 (26,6%) kasus dan 5 (11%) kasus ditemukan jamur. Mikroorganisme terbanyak yang ditemukan adalah Eschericia coli yaitu 6 kasus (13.3%), Streptococcus agalactiaea sebanyak 4 kasus (8.9%). Klebsiella pneumoniae serta Staphylococcus hominis masing-masing 3 kasus (6.7%) sedangkan mikrorganisme lainnya seperti Staphylococcus haemolyticus, Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus ss aureus, Pseudomonas Pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Candida albican, yeast, Candidiasis vulvovaginalis masing-masing dibawah 5% kasus. Antibiotik dengan sensitivitas yang terbaik pada penelitian ini untuk bakteri gram negatif yaitu Gentamicin,Amikacin, Levofloxacin, Ciprofloxacin, Meropenem dan untuk Bakteri gram positif Erithromycin, Cefoperazone/sulbactam, Azithromycin, Clarithromycin, Vancomycin, Clindamycin, Linezolid, Tigecycline.

Kesimpulan: Pola bakteri ketuban pecah dini pada penelitian ini sebagian besar merupakan bakteri Gram negatif dan umumnya sensitif terhadap Amikacin, Gentamicin, Levofloxacin, Meropenem.

Kata kunci: ketuban pecah dini, pola bakteri, uji sensitivitas antibiotik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK