Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KESEMPATAN KERJA DI PROVINSI ACEH DARUSSALAM
Pengarang
Sri Mulyadi A - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0301101010087
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum provinsi dan pertumbuhan ekonomi terhadap kesempatan kerja di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan secara berjangka (time series) pada berbagai instansi terkait seperti pada
Kantor Badan Pusat Statistik, Kantor Dinas Tenaga Kerja serta instansi-instansi lain yang mendukung penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara pencatatan dan studi kepustakaan. Model analisis yang digunakan adalah analisis linear berganda (multiple linear regression) dengan variabel bebas (independent variable) adalah upah minimum provinsi dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan variabel terikat (dependent variable) adalah kesempatan kerja.
Dari hasil pengolahan data. maka diketahui konstanta (?) yaitu 1114972. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 1.114.972 jiwa, pada saat upah minimum provinsi dan pertumbuhan ekonomi dianggap konstan. Koefisien regresi upah minimum provinsi (?1) adalah -,063. Artinya apabila terjadi kenaikan tingkat upah minimum provinsi sebesar 1 persen maka akan menurunkan kesempatan kerja sebanyak -,063 persen. Koefisien regresi pertumbuban ekonomi (?2) adalah 095. Artinya apabila terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi I persen maka akan meningkatkan kesempatan kerja sebesar ,095 persen. Koefisien korelasi (r) adalah sebesar 0.753. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kesempatan kerja mempunyai hubungan yang kuat (signifikan) terhadap upah minimum provinsi dan pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 75,3 persen. Sedangkan sisanya adalah 24,7 persen berhubungan dengan faktor lain diluar model ini. Angka koefisien determinasi (R2) adalah 0.568, mempunyai makna bahwa 56,8 persen dari variasi kesempatan kerja bisa diterangkan oleh variabel dalam model, yaitu upah minimum provinsi dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sisanya 43,2 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model ini.
Peningkatan peranan pemerintah dan kebijakan di bidang ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada tenaga kerja dan berbagai faktor lainnya yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan kesempatan kerja merupakan hal yang harus mendapat perhatian pemerintah.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT UPAH RIIL TERHADAP KESEMPATAN KERJA DI PROVINSI ACEH (Muslim Y, 2025)
PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI WILAYAH SUMATERA (REZKYADINI PUTRA PRATAMA, 2019)
PENGARUH UPAH MINIMUM, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN INVESTASI ASING TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI PULAU SUMATERA (Syakira Felysha, 2025)
PENGARUH JUMLAH INDUSTRI DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI ACEH (Indah Magfirah, 2022)
DAMPAK KEBIJAKAN UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP KESEMPATAN KERJA DI PROVINSI ACEH (Adnan, 2017)