FAKTOR - FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA TO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

FAKTOR - FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA TO


Pengarang

Rahayu Minanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0401101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi inflasi di Indonesia, yaitu untuk mengetahui pengaruh kurs rupiah dan harga minyak dunia terhadap inflasi. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder periode 1990-2007 yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan instansl yang terkait dengan penelitian ini. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel yang dianalisis dengan menggunakan model regresi linier berganda.


Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh model persamaan : m = 230,063 + 0,022 € + 4,945 BBM, + e. Hal ini menunjukkan selama periode 1990-2007, kurs rupiah (€) dan harga minyak dunia (BBM,) berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (n). Konstanta () sebesar, 230,063, artinya apabila variabel kurs rupiah dan harga minyak dunia sama dengan nol (0), maka laju inflasi di Indonesia sebesar 230,063 persen. Koefisien regresi kurs rupiah (8,) adalah 0,022, artinya apabila terjadi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar 1 rupiah maka akan menyebabkan meningkatnya laju inflasi sebesar 0,022 persen dengan asumsi harga minyak dunla dan faktor-faktor lain dianggap tidak berubah. Koefisien regresi harga minyak dunia (0) sebesar 4,945, artinya setiap terjadinya kenaikan harga minyak dunia sebesar 1 dollar Amerika Serikat per barel, maka akan meningkatkan inflasi sebesar 4,945 persen dengan asumsi kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dan faktor-faktor lain dianggap tidak berubah. Dari hasil estimasi menunjukkan bahwa pengujian hipotesis dengan uji-t, variabel kurs rupiah memiliki pengaruh positif terhadap inflasi di Indonesia dengan tingkat keyakinan sebesar 95 persen. Hal ini didasarkan pada perolehan t-hitung 8,086 > t-tabel
2,145. Begitu juga dengan harga minyak dunia menunjukkan t-hitung 9,676 > t-tabel 2,14 yang membuktikan bahwa harga minyak dunia memilikl pengaruh positif terhadap inflasi di Indonesia. Alas dasar ini pemerintah diharapkan dapat menanganl dan mengatasl masalah inflasi melalui kebijakan fiskal dan moneter, seperti pengendalian kurs rupiah dan penghematan penggunaan bahan bakar minyak.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK