TINDAK PIDANA TERHADAP HARTA BENDA YANG DILAKUKAN OLEH SANTRI DAN UPAYA PENYELESAIANNYA(SUATU PENELITIAN DI PONPES MODERN AL-FALAH ABU LAM U ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TINDAK PIDANA TERHADAP HARTA BENDA YANG DILAKUKAN OLEH SANTRI DAN UPAYA PENYELESAIANNYA(SUATU PENELITIAN DI PONPES MODERN AL-FALAH ABU LAM U ACEH BESAR)


Pengarang

M FAISAL BIN ZAMZAMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010360

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tindak pidana pencurian telah diatur dalam Pasal 362-367 KUHP. Kemudian tindak pidana pemerasan dan ancaman telah diatur dalam Pasal 368 KUHP. Adapun Pasal 1 angka 7 UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak telah mengatur mengenai adanya upaya diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Upaya ini merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Berdasarkan hasil penelitian di Pondok Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U Aceh Besar, anak yang melakukan tindak pidana pencurian dan pemerasan dan ancaman diselesaikan dengan diversi.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab santri melakukan tindak pidana terhadap harta, menjelaskan bagaimana penanganan santri yang melakukan tindak pidana terhadap harta benda, serta menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi dalam penanganan santri yang melakukan tindak pidana terhadap harta benda di Pondok Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U Aceh Besar.
Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kepustakaan dan lapangan. Pada tahapan penelitian kepustakaan dilakukan dengan menelaah buku-buku teks, peraturan perundang-undangan, dan juga dari sumber lainnya. Pada tahapan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang menyebabkan santri melakukan tindak pidana pencurian serta pemerasan dan ancaman.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK