<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="81081">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH AKULTURASI MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT SETEMPAT DALAM PROSES UPACARA PERKAWINAN ADAT GAYO (STUDI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MASYARAKAT KEMUKIMAN BEBESEN KECAMATAN BEBESEN, KABUPATEN ACEH TENGAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syahri Afrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  berjudul  &quot;Pcngaruh  Akulturasi  Masyarakat Pendatang dcngan Masyarakat Setempat dalam   Proses  Upacara  Perkawinan Adat  Gayo  (Studi Komunikasi  Antarbudaya pada Masyarakat  Kemukiman  Bebesen,  Kecamatan Bebesen  Kabupaten Aceh Tengah)&quot;.  Tujuan  pcnelitian  ini  untuk  mengetahui peranan  komunikasi  antarbudaya serta  melihat  pengaruh akulturasi  budaya tcrhadap perkawinan adat Gayo sebagai  proses akulturasi  masyarakat pendatang terhadap masyarakat setempat   di  Kemukiman  Bebesen  Kecamatan  Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.  Metode yang digunakan dalam penelitian  ini  adalah metode kualitatif  dengan pendekatan deskriptif.   Pcngumpulan data dilakukan melalui  wawancara secara mendalam (indepth interview),  studi  kepustakaan, dan observasi  (pengamatan) nonpartisipan terhadap informan penelitian.  Wawancara dilakukan terhadap 13  orang informan  yang terdiri dari tetua adat, budayawan, imam kampung, mukim dan 6 orang masyarakat pendatang yang menikah dengan warga setempat dan  menetap di  Kemukiman  Bebesen.  Wawancara dilakukan secara personal  dengan membuat pedoman wawancara yang dirurnuskan. Sedangkan observasi  (pengamatan) dilakukan pada saat adanya perkawinan beda suku yang terjadi  di Kemukiman Bebesen.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa terdapat peran penting komunikasi  antarbudaya, dalam melakukan suatu perkawinan.  Terjadinya akulturasi  budaya masyarakat pendatang dengan masyarakat setempat  dalam upacara  perkawinan  adat  Gayo di  Kemukiman Bebesen.  Akulturasi  yang terjadi  berupa bergesernya adat,  hilangnya beberapa pelaksanaan prosesi adat serta perpaduan prosesi pada saat melakukan perkawinan beda adat. Komunikasi  antarbudaya berperan  penting dalam proses akulturasi budaya pada perkawinan adat Gayo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata   kunci   : Komunikasi   antarbudaya,   masyarakat pendatang, akulturasi budaya, perkawinan adat Gayo&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>81081</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-07 11:06:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-07 11:07:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>