KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Egal Dian Louisrianda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0701101020013

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi sosial ekonomi Pengemis di Kota Banda Aceh. Responden penelitian adalah sebanyak 58 orang Pengemis yang diamil secara acak (random sampling) dari 9 Kecamalan yaitu Meuraxa, Jaya Baru, Banda Raya, Baiturahman, Lueng Bata, Kuta Alam, Kuta Raja, Syiah Kuala dan Ulee Kareng. Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuisioner dan wawancara langsung. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dari 58 orang pengemis yang menjadi responden,rata-rata pendapatan mereka peroleh dari pekerjaan sebagai pengemis bekisar antara Rp.30.000-50.000. Setelah itu di Ii hat dari besamya pengeluaran konsumsi, sebagian besar reponden menyatakan menghabiskan dana berkisar antara 20.000-40.000 rupiah per harinya, banya.knya dana yang diperlukan untuk biaya konsumsi karena banyaknya jumlah anggota keluarga responden yang harus di tanggung oleh responden, sementara yang menjadi tulang punggung hanya responden tersebut. Hal ini juga mengakibatkan sebagian besar anak-anak responden mengalami putus sekolah. Dari 58 orang responden, rata-rata menyatakan memiliki anak yang sedang bersekolah dan ada beberapa responden yang menyatakan mereka memiliki anak yang mengalami putus sekolah yang sebagian besar menyatakan karena masalah keuangan dan membantu orang tuanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selanjutnya dilihat dari kondisi fisik rumah yang mereka tempati, umumnya responden tinggal di rumah semi permanen, hanya sebagian keciJ yang tinggal di rumah permanen dan kayu. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kondisi sosial ekonomi pengemis di Kota Banda Aceh menunjukkan kualitas kehidupan yang rendah dan mengharapkan bantuan pemerintah untuk kehidupan sehari-hari mereka. Berpedoman kepada standar kemiskinan menurut UNDP dan kriteria kemiskinan menurut sagjoyo mereka masyarakat yang miskin.

Kata Kunci :Pendidikan, Kesehatan, Kondisi Perumahan, Jumlah Anggota Keluarga Pendapatan, Konsumsi dan Tabungan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK