<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="80910">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN DENYUT JANTUNG, TEKANAN DARAH, DAN LAJU PERNAPASAN SEBELUM DAN SESUDAH MENONTON VIDEO AUTONOMOUS SENSORY MERIDIAN RESPONSE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LIESA SUFANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanda vital terdiri atas banyak hal, tiga di antaranya adalah denyut jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi tanda vital, di antaranya merupakan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, serta kondisi mental seseorang. ASMR atau Autonomous Sensory Meridian Response adalah sebuah pengalaman rasa tenang dan tingles, sensasi kesemutan seperti listrik yang menjalar dari kepala dan leher. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa hormon oksitosin dapat terinduksi ketika seseorang menonton video ASMR. Hormon oksitosin menekan aktivitas saraf simpatis dan memodulasi aktivitas saraf parasimpatis. Hal tersebut dapat mempengaruhi tanda vital seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan denyut jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan sebelum dan sesudah menonton video  Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR). Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian merupakan 30 orang mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Syiah Kuala yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Data penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan Wilcoxon test. Hasil analisis data menggunakan Wilcoxon test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada denyut jantung (p=0,013), tekanan darah sistolik (p=0,026), dan tekanan darah diastolik (p=0,00) sesudah menonton video ASMR. Sedangkan p-value pada data laju pernapasan bernilai 0,349 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada laju pernapasan sesudah menonton video ASMR.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>80910</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-06 07:03:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-06 09:31:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>