<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="80649">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA LUBUK KERTANG KECAMATAN BRANDAN BARAT KABUPATEN LANGKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAJAR AHMADI DEPARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fajar Ahmadi Depari. 1505150020023. Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Hutan Kemasyarakatan di Kabupaten Langkat Kecamatan Brandan Barat Desa Lubuk Kertang di bimbing oleh Bapak Martunis sebagai ketua dan Bapak Ryan Moulana sebagai anggota.&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Hutan adalah sumberdaya alam yang menyediakan manfaat yang cukup besar untuk kehidupan manusia, baik manfaat yang dirasakan secara langsung, ataupun yang dirasakan secara tidak langsung. Kerusakan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang mencapai 740 Ha atau 61,67% kawasan hutan mangrove berada dalam kondisi rusak, penyebab utama kerusakan mangrove  adalah tekanan penduduk untuk memenuhi kebutuhan ekonomi melalui konversi lahan untuk membuka tambak dan perkebunan kelapa sawit. Keberadaan hutan ditentukan pada tinggi rendahnya kesadaran masyarakat akan arti penting hutan dalam memanfaatkan dan mengelola hutan.&#13;
Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berisikan tentang aspek ekologi, ekonomi dan kebijakan. Kemudian dilakukan sistem penilaian Skala Likert modifikasi menjadi 4 opsi yaitu, Sangat tahu, tahu, kurang tahu dan tidak tahu. Analisis data untuk mengetahui tingkat persepsi dilakukan dengan cara deskriptif, sedangkan untuk mengetahui korelasi antara persepsi dengan faktor internal menggunakan analisis korelasi Rank Spearman pada SPSS. &#13;
 Berdasarkan analisis yang dilakukan secara deskriptif, persepsi masyarakat yang tinggi yaitu pada aspek ekologi mencapai 64% atau 72 orang dari 113 jumlah responden mengetahui pentingnya fungsi dan peran mangrove, dan persepsi yang paling rendah yaitu pada aspek kebijakan, yaitu 42% atau 37 orang dari 113 responden yang mengetahui tentang kebijakan yang berlaku terhadap HKm. Berdasarkan analisis yang digunakan dengan metode korelasi Rank Spearman, Korelasi antara faktor internal jarak tempat tinggal responden dengan persepsi ekologi memiliki korelasi yang paling tinggi yaitu pada kategori korelasi “Kuat”.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>80649</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-02 21:31:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-05 10:03:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>