Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISI TRADISI KEMBAR MAYANG DALAM PERKAWINAN ADAT JAWA (STUDI PADA TRADISI MASYARAKAT DI DESA TELUK HALBAN, KECAMATAN BENDAHARA, KABUPATEN ACEH TAMIANG)
Pengarang
Isnaini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1510101010015
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Desa Teluk Halban merupakan salah satu Desa yang dominannya
masayarakat transmigrasi Jawa. Penelitian ini menganggkat tentang Tradisi
Kembar Mayang di Desa Teluk Halban Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh
Tamiang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tradisi
Kembar Mayang. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik
George Herbert Blumer. Untuk penelitian dilakukan di Desa Teluk Halban.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif,
peneliti mengambil subjek berupa informan yaitu aparatur desa, orang tua yang
pernah melangsungkan adat Kembar Mayang khususnya bagi masyarakat Jawa.
teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu obserbvasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
maka dapat disimpulkan bahwa adat tradisi Kembar Mayang harus tetap
dilaksanakan bagi masyarakat Jawa. karena bagi masyarakat ketika tidak adanya
Kembar Mayang di sebuah acara perkawinan atau pernikahan dianggap tidak
mentaati budaya, oleh karena itu mereka menganggap ketika tidak adanya Kembar
Mayang maka sang pengatin perempuan tidaklah suci lagi menurut kepercayaan
setempat dan akan terkena sanksi oleh pihak ketua adat. Karena itu Kembar
Mayang merupakan dua buah rangkaian godongan atau dedaunan terutama daun
kelapa janur yang ditancapkan di sebuah batang pohon pisang. didalam Kembar
Mayang terdiri dari 2 Kembar Mayang yaitu Kembar Mayang pria dan Kembar
Mayang wanita karena simbol dari Kembar Mayang ini sebagai perlengkapan
prosesi perkawinan atau temu manten. Kembar Mayang juga merupakan
mengandung simbol arti kehidupan dalam membentuk rumah tangga atau
terciptanya keluarga baru. Makna Kembar Mayang adalah sebagai saksi peristiwa,
penjaga dan penangkal bahaya. Sebagai penjaga mempunyai makna penyerap
kebaikan dan menolak kejahatan, sedangkan sebagai penangkal atau penawar ada
kaitannya dengan kelapa hijau dan airnya dikenal sebagai penangkal racun.
Kata Kunci : Kembar Mayang dan Makna
Tidak Tersedia Deskripsi
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG (“DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA”) (Siti Sarah, 2019)
TRADISI UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA DI KOTA LANGSA (KIKI SYAFRIDAYANTI, 2021)
NILAI ESTETIS KEMBAR MAYANG DALAM RESEPSI PERNIKAHAN ADAT JAWA DI GAMPONG PUNTI PAYONG, KABUPATEN ACEH TIMUR (Novi Puspita Sari, 2025)
EKSISTENSI PERTUNJUKAN SENI TRADISI SAPENAM DI DESA LUBOK BATIL KECAMATAN BENDAHARA KABUPATEN ACEH TAMIANG (Rheihima Viellayati, 2023)
UPAYA MASYARAKAT MELESTARIKAN TRADISI NANDONG DI KECAMATAN TELUK DALAM KABUPATEN SIMEULUE (WENNI AGUSTIN, 2018)