RESILIENSI MASYARAKAT NELAYAN KOTA SIBOLGA PASCA BERLAKUNYA PERMEN – KP NO. 71 TAHUN 2016 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

RESILIENSI MASYARAKAT NELAYAN KOTA SIBOLGA PASCA BERLAKUNYA PERMEN – KP NO. 71 TAHUN 2016


Pengarang

PRETTY OLAN OKTAVIA SIHITE - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1610101010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Masyarakat Nelayan Kota Sibolga mengalami post working syndrom
ditandai dengan keresahan nelayan akan kondisi kemerosotan pendapatan setelah
diberlakukannya peraturan menteri kelautan No 71 Tahun 2016. Kemunculan aksi
demonstrasi yang dilakukan oleh para nelayan. Begitu pula kegiatan eksportir ikan
yang dilakukan di Sibolga yang mengalami penurunan menjadi faktor kuat
terjadinya inflasi ekonomi di kota Sibolga. Namun dalam persoalan Permen KP
no 71 Tahun 2016 ini disetujui oleh kelompok nelayan tangkap dan nelayan
rumpun namun ditolak oleh kelompok nelayan pukat. Sehingga terjadi prasangka
sosial diantara nelayan tangkap-rumpun dan nelayan pukat. Dimana kelompok
masyarakat nelayan tangkap dan nelayan rumpun tergabung dalam kelompok
Nelayan Tolong Menolong (KNTM) menunjukkan sikap setuju atas penerapan
dari peraturan ini, sementara dari kelompok nelayan pukat pada kelompok Pukat
Trwals (PI) menunjukkan sikap yang terbalik dengan keberatan terhadap Permen
KP No. 71 Tahun 2016 tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Dalam mengumpulkan data langsung dari lapangan dan
narasumber, namun dibantu dengan data sekunder terkait data nelayan kota
Sibolga. Teknik analisis data yang digunakan adalah koding kualitatif yaitu open
code, axial code dan selctive code dalam mengkategorisasi data secara lebih
terperinci. Dalam penelitian ini digunakan ladasan teori resiliensi sosial dari
Revich and Shatte.
Berdasarkan hasil penelitian tentang Resiliensi Masyarakat Nelayan Kota
Sibolga Pasca Belakunya Permen KP No. 71 Tahun 2016, bahwa resiliensi yang
dimiliki oleh masyarakat nelayan kota Sibolga berada pada level survival (
bertahan) dimana mereka mampu mengatasi tekanan dalam kehidupan melaut
mereka, walau kepuasan dalam bekerja sebagai nelayan menjadi menurun. Serta
semakin memburuknya hubungan sosial antara nelayan kecil dan nelayan pukat.

Kata kunci : Nelayan, Resiliensi, Adaptasi, Regulasi, Fenomenologi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK