KONSEP DIRI DAN IDENTITAS DIRI GAY DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONSEP DIRI DAN IDENTITAS DIRI GAY DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

DWI RIZKI PEBRIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010071

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

302

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Konsep diri seorang gay terbentuk karena adanya proses interaksi sosial. Di dalam proses interaksi inilah, seseorang akan mendapatkan feedback dari orang lain. Feedback itu sendiri mengandung sebuah penilaian orang lain terhadap diri gay. Sehingga gay bisa belajar apa yang orang lain nilai tentang diri mereka. Fenomena kehadiran kaum LGBT salah satunya kaum gay di kota Banda Aceh menjadi menarik untuk diteliti karena terjadi di kota dengan julukan “bumi syari’at”. Banda Aceh merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki perda Syariat (Qanun Aceh). Kaum gay akan melakukan berbagai hal agar dapat diterima di masyarakat. Penulis menggunakan teori konsep diri Mead dan teori dramaturgi Goffman untuk mengetahui bagaimana kaum gay kota Banda Aceh dapat beradaptasi di lingkungan masyarakat yang mayoritas menolak keberadaan kaum ini. Teknik pegumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan tiga orang gay yang menetap di kota Banda Aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK