EKSTRAKSI ENERGI PASANG SURUT KOMPONEN M2 DI PERAIRAN TIMUR ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EKSTRAKSI ENERGI PASANG SURUT KOMPONEN M2 DI PERAIRAN TIMUR ACEH


Pengarang

PUTRI SRI DIDTA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1611101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perairan Timur Aceh merupakan perairan yang dipengaruhi oleh pola arus dari Selat
Malaka dan Laut Andaman. Arus yang terjadi disebabkan oleh gerakan gelombang
panjang yang merambat. Kondisi perairan sangat ditentukan oleh fluktuasi amplitudo
empat komponen harmonik pasang surut utama, diantara komponen tersebut,
komponen harmonik M2 merupakan komponen yang paling besar pengaruhnya. Hal
ini dikarenakan amplitudo M2 paling besar daripada komponen yang lain. Tujuan
dari penelitian ini untuk mendapatkan hasil dari menghitung ekstraksi energi pasang
surut komponen M2 di Perairan Timur Aceh dan membandingkan hasil simulasi
dengan data Badan Infomasi Geospasial dan TPXO7.2. Metode yang digunakan
yaitu metode non hidrostatik. Lokasi penelitian berada di Perairan Timur Aceh,
dengan mengambil dua stasiun penelitian yakni Perairan Lhokseumawe dan Perairan
Langsa. Kecepatan arus pasang surut yang dihasilkan di Perairan Lhokseumawe
adalah 0,8344 m/s sedangkan di Perairan Langsa sebesar 0,8485 m/s. Kekuatan arus
pasang surut di Perairan Lhokseumawe 1,2223 x 104 kWatt dan Perairan Langsa
1,2854 x 104
kWatt. Berdasarkan hasil tersebut, Perairan Langsa memiliki kecepatan
arus pasang surut yang lebih besar daripada Perairan Lhokseumawe yakni sebesar
0,0241 m/s, dengan kekuatan arus pasang surutnya sebesar 6,31 x 102
kWatt. Hal ini
disebabkan oleh perbedaan lapisan kedalaman ataupun gerakan gesekan didasar
perairan serta karakteristik Perairan Lhokseumawe yang lebih melebar daripada
perairan Langsa.
Kata Kunci : Perairan Timur Aceh, pola arus, M2, dan energi pasang surut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK