MODIFIKASI MESIN PENGADUK KOMPOS PELEPAH SAWIT TIPE DRUM ROTARY DOUBLE HELIX DENGAN PENAMBAHAN HOPPER DAN MENGGANTI MATA PENGADUK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS KERJA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MODIFIKASI MESIN PENGADUK KOMPOS PELEPAH SAWIT TIPE DRUM ROTARY DOUBLE HELIX DENGAN PENAMBAHAN HOPPER DAN MENGGANTI MATA PENGADUK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS KERJA


Pengarang

ADITYA SIDDIQ - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505106010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) adalah tanaman hutan yang dibudidayakan. Walau memberi banyak keuntungan, perkebunan kelapa sawit menyumbangkan banyak limbah yang pemanfaatannya belum maksimal. Pelepah sawit merupakan salah satu limbah biomassa terbanyak yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit. Penanganan limbah pelepah sawit menjadi kompos tentunya memerlukan penerapan teknologi yang tepat guna demi memperoleh hasil terbaik dengan mutu tinggi. Penggunaan mesin pencacah serta mesin pengomposan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan limbah serta meningkatkan mutu dari pupuk yang dihasilkan. Mesin pengaduk didesain dengan mata pengaduk tegak lurus disusun spiral mengelilingi poros. Poros tersebut dihubungkan oleh sistem transmisi sprocket dan rantai ke gearbox lalu sabuk dan pulley dari gearbox ke motor Diesel Yanmar. Mata pemotong tersebut ditutup oleh tabung berbentuk kerucut terpancung. Pada tabung bagian depan atas terdapat hopper dan bagian tabung bawah terdapat lubang output yang dihubungkan hopper untuk keluaran pupuk. Rangka menggunakan Besi CNP kanal C 80x80 dipotong dan dilas sedemikian rupa sehingga terdapat dudukan mesin serta bagian dudukan tabung dan mata pengaduk. Poros mata pengaduk ditopang oleh dua buah bantalan di kedua ujungnya, setiap bantalan diikat dengan 2 buah baut dan mur 14 mm . Pada tabung bagian dalam terdapat 8 besi cor yang dilengkungkan dan dilas sedikit miring yang berfungsi sebagai alur pengadukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengadukan terbaik adalah pada kecepatan putaran mata pengaduk 500 rpm. Dari hasil pengujian pada kecepatan putaran tersebut diperoleh hasil pupuk teraduk untuk kedua jenis sampel sebesar 89% serta rata-rata pesentase pupuk tidak teraduk pada kecepatan putaran mata pengaduk 500 rpm untuk semua sampel berkisar 20% dari hasil pupuk teraduk. Sedangkan pada kecepatan putaran mata pengaduk 100 dan 300 rpm hasil pengadukan yang diperoleh tidak jauh berbeda. Pada kecepatan putaran mata pengaduk 100 dan 300 rpm rata-rata persentase pupuk teraduk berkisar 86% hingga 87% dan rata-rata pesentase pupuk tidak teraduk pada kecepatan putaran mata pengaduk 100 dan 300 rpm yaitu berkisar 27% hingga 24%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK