ANALISIS KEHILANGAN PANAS PADA ASPAL HOT MIX SELAMA PENGANGKUTAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KEHILANGAN PANAS PADA ASPAL HOT MIX SELAMA PENGANGKUTAN


Pengarang

MUHAMMAD - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609300060012

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Teknik (S3) / PDDIKTI : 20003

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kualitas jalan menggunakan aspal hot mix sangat ditentukan oleh temperatur pada saat pemadatan. Jarak tempuh atau lamanya waktu pengangkutan dari pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) ke lokasi pekerjaan dapat menyebabkan penurunan suhu, terutama dekat dinding truk. Selain itu masa tunggu yang berlebihan, misalnya akibat kerusakan mesin penghampar megakibatkan waktu yang tersedia pada saat dilakukan pemadatan semakin berkurang, sehingga suhu tidak lagi memenuhi spesifikasi teknis yang disyaratkan Bina Marga. Salah satu cara agar suhu tidak keluar melaluai dinding truk ke udara lingkungan adalah dibuat sistem proteksi dengan pemasangan isolasi kayu sengon pada dinding truk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari fenomena laju perpindahan panas aspal hot mix terhadap pengaruh penggunaan kayu sengon sebagai isolasi pada dinding truk selama pengangkutan dan masa tunggu penghamparan. Material aspal hot mix yang dilakukan pengujian adalah Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) masih bersifat granular pada suhu 153°C . Pengamatan suhu dilakukan secara eksperimental 15 (lima belas) menit setelah pemuatan kapasitas 25 ton/truk, dengan variasi waktu 20, hingga 420 menit, kecepatan rata-rata 30 Km/jam dan 140 menit masa tunggu penghamparan. Penelitian yang lain sebagai pembanding dilakukan secara numerikal menggunakan Software Ansys Fluent dengan simulasi 3D. Hasil penelitian secara eksperimental dan numerikal truk menggunakan isolasi suhu akhir dekat dinding rata-rata adalah 97,1°C, dan 101,8°C, relatif lebih tinggi dibandingkan tanpa isolasi 49,7°C, dan 52,70°C, relatif lebih rendah, kecuali di tengah-tengah bak truk 148,3°C, masih stabil. Situasi lain waktu tunggu yang cukup 120 menit sebelum dilakukan penghamparan suhu meningkat sekitar dinding truk tanpa isolasi antara 6,0°C-12,6°C. Situasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penyedia jasa kontruksi dalam pembangunan jalan dengan panjangnya waktu pengangkutan dan masa tunggu penghamparan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK