PERNIKAHAN USIA MUDA STUDI PADA MASYARAKAT KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERNIKAHAN USIA MUDA STUDI PADA MASYARAKAT KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

saprina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0810101010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

306.81

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pernikahan usia muda merupakan ikatan lahir batin yang dilakukan oleh seorang pemuda pemudi yang belum mencapai taraf yang ideal untuk melakukan suatu pernikahan yang dilakukan oleh orang dewasa. Rendahnya pengetahuan terhadap nikah usia muda menimbulkan penyimpangan terhadap undang-undang, agama, dan adat setempat dikarenakan nikah usia muda terjadi sejak nenek moyang kita dan sekarang di anggap negatif. Hal ini ada kaitannya dengan kemauan sendiri, orang tua, dan kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang, pandangan, dan, peran pemerintah terhadap pernikahan usia muda, khususnya perempuan Kecamatan Bandar Baru. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bandar Baru. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menginterview responden yang diperoleh melalui metodo sampling sederhana dengan alat koesioner, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data-data dan informasi yang diperoleh dari lapangan diinterprestasikan melalui teknik analisis deskriptif. Dari hasil Penelitian yang dilakukan menemukan bahwa nikah usia muda cenderung terjadi karena keterbatasan ekonomi, dan kurang pemahaman terhadap dampak negatif yang dapat dilihat dari kurangnya sosialisasi yang di dapat masyarakat Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan salah satu lembaga pemerintah baik melalui baliho atau media massa, bahwa menikah usia muda tidak baik dan rentan terhadap perceraian memiliki pengaruh positif bagi masyarakat, dan makin tinggi pendidikan maka akan mengurangi terjadinya pernikahan usia muda.
.
Kata Kunci : Pernikahan Usia Remaja atau Usia Muda

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK