PENUTUPAN LOKASI PANTAI MEURAH SETIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA (MAKSIAT VERSUS TATA KELOLA WISATA YANG BURUK) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENUTUPAN LOKASI PANTAI MEURAH SETIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA (MAKSIAT VERSUS TATA KELOLA WISATA YANG BURUK)


Pengarang

AMARULLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410103010072

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Syariat Islam telah menjadi tantangan tersendiri bagi Aceh dalam penyelenggaraan pariwisata yang selama ini diidentikan dengan maksiat. Kabupaten Pidie Jaya memiliki beberapa destinasi wisata yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi, salah-satunya Pantai Meurah Setia atau yang sering dikenal Pantai Manohara. Pengelolaannya yang belum optimal dan minimnya sosialisasi pemerintah terkait konsep pariwisata islami menyebabkan keberadaanya dianggap masyarakat sebagai masalah yang mendatangkan bencana. Tujuan penelitian untuk mengetahui sense of place masyarakat Pidie Jaya terhadap penutupan Pantai Meurah Setia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan Maraknya perbuatan maksiat yang dilakukan pengunjung yang berwisata di lokasi Pantai Manohara memiliki terkaitan dengan buruknya tata kelola wisata yang diselenggarakan masyarakat Gampong Meunasah Balek selaku pemilik Pantai Manohara. Buruknya tata kelola wisata hal tersebut juga disebabkan karena tidak ketiadaan koordinasi yang efektif dari tiga aspek place yaitu lokasi, locale, dan sense of place.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK