PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SENGGANI (MELASTOMA CANDIDUM D.DON) TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL PMN PADA FASE INFLAMASI. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SENGGANI (MELASTOMA CANDIDUM D.DON) TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL PMN PADA FASE INFLAMASI.


Pengarang

Vivi Aramie - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101070001

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.601

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyembuhan luka merupakan proses kompleks dan dinamis dari perbaikan struktur sel dan jaringan. Proses penyembuhan luka ini terdiri dari fase inflamasi, proliferasi dan maturasi. Neutrofil PMN merupakan sel fagosit pertama yang berperan pada inflamasi. Sel ini dengan proses kemotaksis akan bermigrasi untuk berfungsi sebagai fagosit yang mengontrol kontaminasi lokal dan mencegah infeksi. Senggani (Melastoma candidum D.Don) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang memiliki khasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun senggani terhadap jumlah neutrofil PMN pada fase inflamasi pada tikus putih galur wistar (Rattus novergicus). Tikus yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 18 ekor, dimana kelompok kontrol terdiri atas 9 ekor tikus dan kelompok perlakuan terdiri atas 9 ekor tikus. Pada kelompok kontrol, setelah gingiva labial di insisi, darah dibersihkan dan tidak diberikan apapun selama 3 hari berturut-turut. Pada kelompok perlakuan, setelah gingiva labial di insisi, ekstrak daun senggani 100% diberikan secara topikal pada luka sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore selama 3 hari berturut-turut. Kemudian neutrofil pada pembuluh darah diamati secara histopatologi dengan pembesaran 400x dengan sekali lapang pandang untuk menghitung jumlah neutrofil PMN secara manual. Hasil pengamatan rerata jumlah neutrofil PMN pada kelompok kontrol hari 1 (28,3) dan kelompok perlakuan (22,7), pada hari ke 2 kelompok kontrol (9,7) dan kelompok perlakuan (5,7) dan pada hari ke 3 pada kelompok kontrol (5,0) kelompok perlakuan (2,7). Hasil analisi uji One-Way ANOVA dengan nilai signifikan p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK