Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBEDAAN STRATEGI REGULASI EMOSI PADA SANTRI DI PESANTREN MODERN DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Pengarang
DURRATUL ISLAMI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1507101130032
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Regulasi emosi adalah suatu proses pengenalan, pemeliharaan dan pengaturan pada emosi positif maupun negatif baik secara otomatis maupun dikontrol dan yang disadari maupun tidak disadari. Individu yang memiliki kemampuan regulasi emosi yang sesuai lebih mampu memecahkan konflik interpersonal dan menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan penggunaan strategi regulasi emosi pada santri di pesantren modern ditinjau dari jenis kelamin. Sebanyak 340 santri yang terdiri dari 170 santri perempuan dan 170 santri laki-laki dengan rentang usia 13-16 tahun telah dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan sebagai alat ukur penelitian adalah The Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents oleh Gullone dan Taffe (2011). Uji statistik independent sample t-test digunakan untuk menguji hipotesa penelitian. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan strategi regulasi emosi, dimana strategi cognitive reappraisal mendapatkan nilai signifikansi (p)=0,004 dan strategi expressive suppression mendapatkan nilai signifikansi (p)=0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai mean untuk strategi cognitive reappraisal pada perempuan 21,49 dan pada laki-laki 19,95. Selanjutnya nilai mean untuk strategi expressive suppression pada laki-laki 14,47 dan pada perempuan sebesar 12,12. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada strategi cognitive reappraisal lebih cenderung digunakan oleh perempuan, sedangkan strategi expressive suppression lebih cenderung digunakan oleh laki-laki.
Tidak Tersedia Deskripsi
MINAT PEMAKAIAN BATIK MOTIF ACEH DI KALANGAN SANTRI PESANTREN MODERN AL FALAH ABU LAM U KABUPATEN ACEH BESAR (UTARI RAHMI, 2016)
PENGARUH PEER ATTACHMENT TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI TINGKAT I DI PONDOK PESANTREN MODERN BANDA ACEH (Rahmi. RM, 2023)
MOTIVASI BELAJAR PENJASORKES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN MODERN AL-FALAH ABU LAM URN KABUPATEN ACEH BESAR (Basirun Nazir, 2014)
PERKEMBANGAN PESANTREN MODERN MISBAHUL ULUM PALOH KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE, 1993-2014 (Rezekiyah Selvi, 2018)
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KECERDASAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SANTRI PADA PESANTREN MODERN DI KOTA BANDA ACEH (Sabaruddin, 2025)