Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN STRUKTUR DANGKAL AREA SEGMEN ACEH MENGGUNAKAN DATA MIKROTREMOR ARRAY
Pengarang
SUCI IZZIA PUTRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1608102010035
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Segmen Aceh merupakan bagian dari Sistem Sesar Sumatera dan salah satu kawasan aktif gempa yang ditandai dengan sering terjadi gempa yang berskala kecil. Berdasarkan Peta regional Aceh, Segmen Aceh mengapit dua kota besar bagian utara Aceh yaitu Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Keberadaan Aceh Besar dan Kota Banda Aceh di sekitar segmen aktif menyebabkan kedua daerah tersebut rawan terhadap kerusakan akibat gempa bumi. Dampak gempa terhadap suatu wilayah tergantung pada kon-disi tanah dan batuan yang dapat dipelajari dari nilai kecepatan gelombang geser. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur bawah permukaan dari parameter Average Shear Velocity (AVS). Berdasarkan nilai AVS, area Segmen Aceh yang berisiko terkena goncangan gempa bumi dapat diidentifkasi dengan melakukan penyelidikan karakterisitik jenis tanah dan batuan berdasarkan SNI 2019. Metode yang digunakan untuk memperoleh nilai AVS yaitu Spatial Autocorrelation (SPAC) dengan memanfaatkan gelombang mikrotremor. Prinsip kerja metode SPAC membutuhkan array yang terdiri dari 3 jumlah geophone (triangle seismic array) dengan jarak antar sensor adalah 1,7 meter dan 3,4 meter. Penelitian dilakukan dengan 20 titik pengukuran yang tersebar pada beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Titik ukur S12 memiliki nilai AVS30 meter paling tinggi adalah 0,55 km/s dan termasuk dalam kelas tanah C merupakan tanah keras dan batuan lunak. Sebaliknya, titik ukur S2 dan S10 memiliki nilai AVS30 meter paling rendah adalah 0,1 km/s dan termasuk dalam kelas tanah E yang merupakan jenis tanah lunak berdasarkan SNI 2019. Nilai rata-rata AVS30 yang diperoleh dari semua lokasi penelitian merupakan hasil interpolasi. Wilayah Kota Banda Aceh umumnya mempunyai sifat tanah lebih lunak dibandingkan Aceh Besar karena Banda Aceh terletak di daerah basin.
Kata kunci: Mikrotremor array, kecepatan gelombang geser rata-rata (AVS), Spatial Autocorrelation (SPAC)
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN STRUKTUR DANGKAL AREA SEGMEN ACEH MENGGUNAKAN DATA MIKROTREMOR ARRAY (SUCI IZZIA PUTRI, 2020)
KAJIAN KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION (SPAC) (ALYA CAESNA OKTARI, 2024)
PENENTUAN KERENTANAN SEISMIK MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TENGGARA (Sumardi, 2022)
KAJIAN KERENTANAN SEISMIK DAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI WILAYAH ACEH TENGGARA BERDASARKAN DATA GELOMBANG MIKRO (WIWIK AYU NINGSIH, 2019)
APLIKASI METODE VERY LOW FREQUENCY (VLF) UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR DANGKAL ZONA SESAR PADA SEGMEN SEULIMEUM DI COT ABEUK,PULAU WEH (Intan Maharani, 2018)