Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERLINDUNGAN PEMERINTAH TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN PEREMPUAN DALAM KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL (SUATU PENELITIAN DI ACEH)
Pengarang
Latifa Ananda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1603101010159
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perdagangan manusia merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimbulkan banyak korban terutama perempuan. Korban perlu diberikan perlindungan sebagaimana yang diatur dalam Protocol to Prevent, Suppress and Punsish Trafficking in Person Especially Women and Childern, supplemeting the United Nations Convention Againts Transnational Organized Crime. Perdagangan terhadap perempuan juga menimbulkan korban tiap tahunnya di Aceh. Namun masih banyak korban yang tidak mendapatkan bentuk perlindungan ganti rugi atas apa yang dideritanya, dan masih banyak juga korban setelah dipulangkan menjadi pengangguran sehingga memungkinkan perdagangan orang dapat terjadi kembali.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perlindungan yang diatur di dalam aturan internasional yaitu Protocol to Prevent, Suppress and Punsish Trafficking in Person Especially Women and Childern, supplemeting the United Nations Convention Againts Transnational Organized Crime, Asean Convention Againts Trafficking In Persons, Especially Woman and Childern, dan Recommended Principles and Guidelines on Human Rights and Human Trafficking juga bentuk perlindungan yang diberikan pemerintah Aceh dan untuk mengkaji upaya yang telah pemerintah lakukan untuk mencegah terjadinya perdagangan perempuan di Aceh.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif empiris. Perolehan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dengan cara mempelajari peaturan internasional, undang undang, buku serta dokumen resmi.. Sedangkan Penelitian lapangan memperoleh data secara langsung dari objek penelitian melalui wawancara langsung dengan informan dan responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap korban perdagangan perempuan diatur dalam berbagai kebijakan internasional belum maksimal dikarenakan tidak adanya ketegasan dan kepastian dalam memberikan jaminan ganti rugi bagi korban. Serta Perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Aceh terhadap korban perdagangan perempuan berdasarkan hukum internasional sudah diaplikasikan dengan baik namun pemberian pelatihan serta kesempatan kerja juga terbatas sehingga bentuk perlindungan ini belum maksmial. Upaya yang dilakukan dalam mencegah perdagangan perempuan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, namun dirasa belum efektif karena sosialisasi tidak menyeluruh dan dilakukan di beberapa desa saja.
Disarankan perlunya dikeluarkan suatu aturan khusus tentang mekanisme pemberian kompensasi bagi korban perdagangan orang terutama perempuan dan diaktifkann Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sebagai sarana korban untuk menuntut kepada pelaku perdagangan manusia, ganti rugi atau rehabilitasi atas kerugian yang telah dialaminya.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN PORNOGRAFI BALAS DENDAM (REVENGE PORN) SEBAGAI BENTUK KEKERASAN BERBASISRNGENDER ONLINE (SUATU PENELITIAN PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK PROVINSI ACEH) (FITRI MULIANI, 2024)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WARGA NEGARA INDONESIA KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TASYA RANIA INSYARA, 2025)
IMPLEMENTASI PEMULIHAN PEREMPUAN KORBAN KONFLIK ACEH PASCA KONFLIK DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL (MAYA PERMATASARI, 2017)
TINJAUAN VIKTIMOLOGIS TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (Safhira Yosarishesa, 2025)
PERAN UNIFEM DALAM MELINDUNGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA DARFUR DITINJAU DARI HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (MUAMMAR ILHAM FAJAR, 2020)