Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDY KOMPARATIF KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJALRNKRONIK YANG MENJALANI TERAPI CONTINUOUS AMBULATORY RNPERITONEAL DIALYSIS (CAPD) DENGAN PASIEN TERAPI RNHEMODIALISA DI BANDA ACEH DANRNACEH BESAR TAHUN 2014
Pengarang
ULLIA RAHMAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1007101020088
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.614
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel
sehingga ginjal tidak mampu mengeluarkan sisa metabolisme dalam tubuh dapat
menyebabkan terjadinya uremia. Pasien dengan gagal ginjal terminal harus menjalani
terapi dialisis, baik CAPD maupun hemodialisa. CAPD dilakukan 3-4 kali dalam
sehari selama 6-8 jam, sedangkan hemodialisa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu
selama 4-5 jam, karena menjalani terapi dalam waktu yang lama akan mempengaruhi
persepsi pasien terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup adalah kondisi seseorang
yang menderita penyakit tertentu tetap merasa nyaman dan sejahtera sehingga dapat
dijadikan acuan keberhasilan dari suatu terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui study komperatif kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi
CAPD dengan hemodialisa di Banda Aceh dan Aceh Besar tahun 2014. Metode
penelitian ini adalah deskriptif comparatif dengan desain cross sectional study,
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah pasien CAPD
30 orang dan hemodialisa 80 orang. Penelitian CAPD dilakukan pada responden yang
tinggal di Banda Aceh dan Aceh besar, sedangkan hemodialisa dilakukan di instalasi
dialisis RSUDZA pada tanggal 2 sampai dengan 31 Mei 2014 dengan menggunakan
kuesioner baku dari WHOQOL-BREF. Metode analisis data dengan menggunakan uji
t-test, hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kualitas hidup pasien yang
menjalani terapi CAPD dengan hemodialisa (P-value 0,001), Ditinjau dari kesehatan
fisik, tidak ada perbedaan antara pasien CAPD dengan hemodialisa (p-value 0,226),
ada perbedaan kesehatan psikologi antara pasien CAPD dengan hemodialisa (p-value
0,024), ada perbedaan hubungan sosial (p-value 0.000), ada perbedaan lingkungan
antara pasien CAPD dengan hemodialisa (p-value 0,040) Diharapkan kepada pihak
rumah sakit agar selalu memberikan informasi, pelayanan, serta memberikan
pendidikan kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa
menjadi lebih baik.
Kata kunci : Kualitas hidup, gagal ginjal kronik, CAPD, hemodialisa
Daftar bacaan : 22 buku + 11 skripsi + 3 jurnal+ 5 internet (2000-2012)
ABSTRAK
Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel
sehingga ginjal tidak mampu mengeluarkan sisa metabolisme dalam tubuh dapat
menyebabkan terjadinya uremia. Pasien dengan gagal ginjal terminal harus menjalani
terapi dialisis, baik CAPD maupun hemodialisa. CAPD dilakukan 3-4 kali dalam
sehari selama 6-8 jam, sedangkan hemodialisa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu
selama 4-5 jam, karena menjalani terapi dalam waktu yang lama akan mempengaruhi
persepsi pasien terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup adalah kondisi seseorang
yang menderita penyakit tertentu tetap merasa nyaman dan sejahtera sehingga dapat
dijadikan acuan keberhasilan dari suatu terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui study komperatif kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi
CAPD dengan hemodialisa di Banda Aceh dan Aceh Besar tahun 2014. Metode
penelitian ini adalah deskriptif comparatif dengan desain cross sectional study,
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah pasien CAPD
30 orang dan hemodialisa 80 orang. Penelitian CAPD dilakukan pada responden yang
tinggal di Banda Aceh dan Aceh besar, sedangkan hemodialisa dilakukan di instalasi
dialisis RSUDZA pada tanggal 2 sampai dengan 31 Mei 2014 dengan menggunakan
kuesioner baku dari WHOQOL-BREF. Metode analisis data dengan menggunakan uji
t-test, hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kualitas hidup pasien yang
menjalani terapi CAPD dengan hemodialisa (P-value 0,001), Ditinjau dari kesehatan
fisik, tidak ada perbedaan antara pasien CAPD dengan hemodialisa (p-value 0,226),
ada perbedaan kesehatan psikologi antara pasien CAPD dengan hemodialisa (p-value
0,024), ada perbedaan hubungan sosial (p-value 0.000), ada perbedaan lingkungan
antara pasien CAPD dengan hemodialisa (p-value 0,040) Diharapkan kepada pihak
rumah sakit agar selalu memberikan informasi, pelayanan, serta memberikan
pendidikan kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa
menjadi lebih baik.
Kata kunci : Kualitas hidup, gagal ginjal kronik, CAPD, hemodialisa
Daftar bacaan : 22 buku + 11 skripsi + 3 jurnal+ 5 internet (2000-2012)
Tidak Tersedia Deskripsi
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG KEPATUHAN PASIEN DALAM MENJALANI TERAPI CONTINOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR TAHUN 2014 (Buniyah Zayidah, 2014)
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN YANG MENJALANI TERAPI CONTINOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR TAHUN 2014 (putri nahrisah, 2014)
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) DI ACEH TAHUN 2013 (Sajida Rahmalita, 2023)
STUDI KOMPARATIF TINGKAT KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANIRNTERAPI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD)RNDENGAN TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUMRNDAERAH DR. ZAINOEL ABIDINRNBANDA ACEH (SRIWAHYUNI, 2015)
PERBANDINGAN LAMA KELANGSUNGAN HIDUP ANTARA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODILISIS DAN COUNTINIOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH (Cut Fatimah Az Zahara, 2016)