<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="78582">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN KARAKTERISTIK MUATAN KOLOID TIGA ORDO TANAH DARI LAHAN KERING ACEH BESAR AKIBAT APLIKASI BAHAN PEMBENAH TANAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tri Chairina Friyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Besar memiliki lahan kering yang masih cukup luas untuk dikembangkan&#13;
menjadi areal pertanian yang produktif jika dikelola dengan baik. Beberapa ordo tanah yang&#13;
terdapat pada lahan kering yang dicirikan dengan tanah bermuatan variabel seperti Andisol,&#13;
Inceptisol, Oxisol, Spodosol dan Ultisol. Sumber muatan variabel pada kebanyakan ordo tanah&#13;
tersebut berasal dari mineral liat tipe 1:1 (kaolinit,haloysit) dan fraksi oksida-hidroksida Al dan&#13;
Fe, serta mineral alumino-silikat amorf seperti alofan dan imogolit yang memiliki muatan&#13;
tergantung dari pH tanah. Muatan variabel ini antara lain dicirikan oleh rendahnya muatan&#13;
negatif dan nilai pHo (titik muatan nol) yang tinggi. Cara untuk meningkatkan muatan negatif&#13;
pada muatan variabel dengan menaikkan pH tanah di atas pH0 yaitu dengan pemberian bahan&#13;
pembenah tanah yang memberikan pengaruh yang baik terhadap ciri muatan koloid tanah,&#13;
namun tidak semua jenis bahan pembenah tanah berpengaruh baik pada koloid tanah. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis dan dosis bahan pembenah&#13;
tanah terhadap karakteristik muatan koloid tanah pada tiga ordo tanah dari lahan kering&#13;
Kabupaten Aceh Besar.&#13;
Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan menggunakan bahan tanah lapisan atas (0-&#13;
20 cm) dari tiga ordo tanah Andisol (Eutric Hydrudands) dari Saree, Inceptisol (Oxyaquic&#13;
Dystrudepts) dari Cucum, dan Ultisols (Typic Kadiaquults) dari Jantho. Percobaan ini&#13;
merupakan percobaan inkubasi pot yang dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak&#13;
lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah&#13;
perlakuan bahan pembenah tanah yang terdiri dari sembilan taraf, yaitu: A0 = tanpa pembenah&#13;
tanah, A1 = biochar 15 t ha-1&#13;
, A2 = kompos 15 t ha-1&#13;
, A3 = CaCO3 2 t ha-1&#13;
, A4 = SP-36 2 t ha-1&#13;
,&#13;
A5 = biochar 30 t ha-1&#13;
, A6 = kompos 30 t ha-1&#13;
, A7 = CaCO3 4 t ha-1&#13;
dan A8 = SP-36 4 t ha-1&#13;
.&#13;
Faktor kedua adalah ordo tanah yang terdiri atas tiga taraf yaitu T1 = Andisol Saree, T2 =&#13;
Inceptisol Cucum, dan T3 = Ultisol Jantho. Sebelum inkubasi, tanah yang berasal dari ketiga&#13;
ordo tanah terlebih dahulu dikeringanginkan dan setelah kering ditumbuk dan diloloskan dengan&#13;
ayakan 10 mesh, kemudian dimasukkan ke dalam botol inkubasi sebanyak 500 g kemudian&#13;
dicampur dengan bahan pembenah tanah sesuai perlakuan. Setelah itu, campuran tanah dan&#13;
bahan pembenah tanah diinkubasi selama 2 bulan (60 hari) pada keadaan kapasitas lapang dan di&#13;
ruangan yang tertutup. Setelah 2 bulan inkubasi, tanah dari setiap pot dikeringanginkan dan&#13;
selanjutnya disaring dengan ayakan 0,5 mm untuk dianalisis. Sifat-sifat kimia yang dianalisis&#13;
meliputi pH (H2O), pH KCl, pHo (metode Uehara dan Gillman, 1985), dan kapasitas tukar kation&#13;
(metode 1N NH4OAc pH7). Selanjutnya dihitung nilai ?pH (pH KCl-pH H2O), selisih antara &#13;
xi&#13;
nilai pHo dengan pH (pH0 – pH H2O), KTK efektif (dihitung dari jumlah kation basa + kation Al&#13;
dan H) dan muatan variabel (KTK-KTK efektif).&#13;
Hasil analisis setelah 2 bulan inkubasi didapat karakteristik muatan koloid tanah yaitu: (a)&#13;
pH H2O tanah rata-rata berkisar antara 4,92 – 7,35 yang mempunyai kriteria masam sampai&#13;
netral, (b) pH KCl berkisar antara 3,82 – 5,36 yang masuk kriteria sangat masam sampai dengan&#13;
masam, (c) ?pH tanah berkisar antara – 0,90 hingga – 2,13 (d) pH0 berkisar antara 2,23 sampai&#13;
4,45 (e) pH0 – pH H2O berkisar antara – 1,13 hingga – 4,54 (f) kapasitas tukar kation (KTK)&#13;
potensial berkisar antara 10,60 – 31,00 yang mempunyai kriteria rendah sampai tinggi (g) KTK&#13;
efektif berkisar antara 1,65 – 7,05 dan (h) muatan variabel tanah berkisar antara 7,71 – 24,96.&#13;
Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa masih ada beberapa perlakuan yang belum mampu&#13;
meningkatkan karakteristik muatan koloid pada tanah sehingga ada beberapa perlakuan yang&#13;
memiliki nilai yang rendah pada karakteristik muatan koloid. Untuk dapat menjadikan tiga lahan&#13;
kering di Aceh Besar sebagai lahan yang produktif maka dapat dilakukan penambahan bahan&#13;
pembenah tanah yang dapat meningkatkan pH tanah atau menurunkan muatan titik nol tanah&#13;
atau yang biasa disebut pH0 tanah dengan dosis yang sesuai atau dengan memperpanjang masa&#13;
inkubasi lebih dari 2 bulan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>78582</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-23 18:03:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-24 11:12:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>