CAMPUR KODE DALAM PENGGUNAAN BAHASA ACEH RAGAM LISAN OLEH MAHASISWA FKIP UNSYIAH ASAL ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

CAMPUR KODE DALAM PENGGUNAAN BAHASA ACEH RAGAM LISAN OLEH MAHASISWA FKIP UNSYIAH ASAL ACEH SELATAN


Pengarang

IHLAL HAMDI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606102010036

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “Campur Kode dalam Penggunaan Bahasa Aceh Ragam Lisan oleh Mahasiswa FKIP Unsyiah Asal Aceh Selatan”. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk campur kode yang digunakan oleh mahasiswa FKIP Unsyiah asal Aceh selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk campur kode pada penggunaan bahasa Aceh ragam lisan mahasiswa FKIP Unsyiah asal Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Unsyiah yang berbahasa ibu bahasa Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pengamatan, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tiga jenis campur kode yaitu campur kode ke dalam (inner code-mixing), campur kode ke luar (outer code-mixing), dan campur kode campuran (hybrid code-mixing). Bentuk campur kode yang terdapat dalam penelitian ini ada enam bentuk campur kode. Pertama, campur kode pada penyisipan unsur yang berwujud nomina, verba, adjektiva, adverbia dan numeralia. Kedua, campur kode pada penyisipan unsur yang berwujud frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektival, dan frasa numeralia. Ketiga, campur kode pada penyisipan unsur yang berwujud klausa. Keempat, campur kode pada penyisipan unsur yang berwujud baster. Kelima, campur kode pada penyisipan unsur yang berwujud kata ulang. Keenam, campur kode pada penyisipan unsur yang berwujud idiom atau ungkapan. Berdasarkan hasil temuan, mahasiswa Aceh Selatan yang berbahasa ibu bahasa Aceh dalam berbicara sehari-hari sangat menyukai pemakaian kata-kata dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa Aceh sehingga terjadinya campur kode.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK