<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="78039">
 <titleInfo>
  <title>KONFIGURASI PEMBENTIJKAN PARTAI LOKAL PARTAI ACEH (PA) PADA TAHUN 2008</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Adami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konfigurasi  pembentukan partai lokal  Partai Aceh pada tahun 2008 sangat dinamis, banyak masaJah yang dialami ketika proses pembentukannya.  Pengajuan awal  dengan ak:ronim  GAM dan bendera bulan bintang oleh banyak pihak  dari kalangan militer dan pemerintah pusat masih dianggap sebagai simbol perlawanan seperatisme  masa  lalu   di   Aceh.   Ini  dianggap  sangat  bertentangan  dengan semangat perdamaian MoU Helsinki. Kemudian setelah mengalami proses yang panjang, partai  bentukan GAM harus rela bertransformasi  dengan perdamaian yang telah dicapai  tanpa harus bertentangan dengan UUD 1945. Penelitian  ini  bertujuan untuk menganalisis konfigurasi  pembentukan Partai Aceh, dan seberapa besar hambatan yang dialami pada awal pembentukannya, serta untuk mengetahui solusi  yang ditempuh oleh Partai Aceh agar diterima oleh Pusat sebagai salah satu Partai  lokal di Aceh.&#13;
Pengumpulan  data  dalam   penelitian  ini   dilakukan  melalui  penelitian keperpustakaan dan penelitian lapangan. &#13;
&#13;
Penelitian keperpustakaan dimaksudkan untuk mendapatkan data sekunder, yaitu dengan mempelajari dan mengkaji pendapat  ahli  dalam  bentuk  buku-buku, jurnal,  peraturan  perundangan  dan melalui konsepsi  ilmuan  lainnya  melalui  media internet. Sedangkan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer dengan cara mewawancarai responden dan infonnan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mantan GAM menunjukkan iktikad  baiknya dengan mau mengubab nama dan simbol  GAM dalam proses pembentukan  partai  mereka  agar  dapat  diterima  oleh  Pemerintah  Indonesia sebagai salah satu partai lokal di Aceh. yang didasarkan pada MoU Helsinki tanpa harus bertentangan dengan UUD 1945 NKRI.  Ini kemudian menjadi langkah yang baik dan diterima oleh semua pihak scbagai win solution dan akhirnya partai lokal hasil  bentukan mantan GAM ini terbentuk dengan nama Partai Aceh (PA) pada 22 Mei 2008. Disarankan kepada Partai Aceh agar dapat  terus menjaga  amanah rakyat Aceh sebagai salah satu partai lokal  terbesar di Aceb, dan mampu membawa Aceh menjadi lebih bermartabat, adil dan sejahtera.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Konfigurasi Politik. Partai Lokal, Partai Aceh&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>78039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-21 16:02:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-21 16:02:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>