<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7798">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eko Pranata Setia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
	Hiperurisemia adalah keadaan dimana darah seseorang mengandung kadar asam urat di atas nilai normal yaitu &gt; 7 mg/dl untuk laki-laki dan &gt; 6 mg/dl untuk perempuan. Angka kejadian hiperurisemia di masyarakat sangat bervariasi, di perkirakan antara 2,3-17,6%. Di Amerika prevalensi hiperurisemia sebesar 2-13%, di Cina 21,6% dan di Bali 18,2%, sedangkan di Aceh belum ada data mengenai hiperurisemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi pasien hiperurisemia di bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin. Jenis penelitian adalah deskriptif yang dianalisis menggunakan analisis univariat. Data diperoleh dari rekam medis. Sampel penelitian adalah pasien hiperurisemia yang berobat di bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin periode Januari sampai dengan Juni 2013 yang berjumlah 202 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi pasien hiperurisemia tertinggi pada perempuan (57,4 %), dengan rentang usia 50 – 69 tahun (54,8 %), dan status gizi pasien dengan hiperurisemia terbanyak didapatkan pada kelompok pre-obesitas (59 %). Sementara pada kelompok lainnya berturut-turut sebagai berikut, normal (37,1%), kurus (1,5%) dan obesitas I (2,4%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien dengan hiperurisemia lebih banyak dialami oleh perempuan dengan status gizi pre-obesitas. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Hiperurisemia, Asam Urat, Status Gizi&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>NUTRITION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOUT - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.399 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>7798</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-07-21 12:28:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-30 10:22:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>