PENGEMBANGAN TEKNOLOGI NIRS DENGAN MEMBANDINGKAN METODE PRINCIPAL COMPONENTANALYSIS (PCA) DAN METODE LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS (LDA) DALAM MENDUGA KEMURNIAN MINYAK NILAM YANG DICAMPUR MINYAK SAWIT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI NIRS DENGAN MEMBANDINGKAN METODE PRINCIPAL COMPONENTANALYSIS (PCA) DAN METODE LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS (LDA) DALAM MENDUGA KEMURNIAN MINYAK NILAM YANG DICAMPUR MINYAK SAWIT


Pengarang

Tari Purwinda Tarigan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1605106010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Minyak nilam sangat banyak diminati oleh negara-negara maju, sehingga banyak para penyuling, pengumpul dan pedagang melakukan pemalsuan produk. Pemalsuan produk biasanya mencampur produk yang bernilai rendah dengan produk yang bernilai tinggi. Sepertipemalsuan minyak nilam dicampur minyak lemak (minyak sawit), minyak keruing, minyak kelapa dan minyak terpetin.Biasanya perlu dilakukakn uji laboratorium untuk mengetahui kualitas dari minyak yang akan dijual dan tentu perlu waktu yang lama. Sehingga seiring dengan berkembangnya teknologi ditemukan sebuah cara yang lebih praktis untuk menyelesaikan masalah di atas yakni teknologi non-destruktive test seperti near infrared reflectance spectroscopy (NIRS). Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model pendugaan keaslian minyak nilam dengan membandingkan penggunaan metode Principal Component Analysis dan LinearDiscriminant Analysis.
Penelitian ini menggunakan dua jenis minyak, yaitu minyak nilam murni (dalam bentuk crude oil) dan minyak sawit olahan (kemasan) dengan berbagai perlakuan variasi pencampuran. Akusisi spektrum minyak menggunakan Self developed FT-IR IPTEK T-1516. Alatini dapat meradiasikan gelombang cahaya pada kisaran panjang gelombang antara 1000 nm sampai 2500 nm (4000 – 10.000 cm-1) dan dikontrol oleh perangkat lunak termo operation®. Spektrum NIRS bisa didapatkan dengan konfigurasi alur kerja alat (workflow) yang dibangun dengan menggunakan perangkat lunak terintegrasi Thermo Operation ®. Dan menyimpan hasil pemindaian dalam dua bentuk file yakni *.SPA, dan *.CSV.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Spektrum minyak nilam murni dan minyak sawit olahan memiliki tipikal yang hampir sama. (2) Berdasarkan analisis spektrum minyak didapat enam vibrasi utama. Vibrasi pertama pada selang panjang gelombang 2150-2270 nm yang diidentifikasi sebagai protein. Vibrasi kedua pada selang panjang gelombang 1940-2020 nm yang diidentifikasi sebagai PA. Vibrasi ketiga pada panjang gelombang 1970-1870 nm yang diidentifikasi sebagai kadar air, Vibrasi keempat pada panjang gelombang 1720-1580 nm yang diidentifikasi sebagai lemak. Vibrasi kelima pada panjang gelombang 1440-1400 nm yang diidentifikasi sebagai kadar air dan PA. Vibrasi keenam pada panjang gelombang 1350-1245 nm yang diidentifikasi sebagai lemak. Dan vibrasi keenam pada panjang gelombang 1220-1170 nm yang diidentifikasi sebagai lemak.(3) PCA (Principal Component Analysis) dan LDA (Linear Discriminant Analysis) mampu mengklasifikasi minyak nilam murni dengan minyak sawit olahan dan campuran keduanya.(4)Metode LDA lebih unggul dibandingkan metode PCA karena LDA mampu membimbing untuk memprediksi trent data kedepannya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK