<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="77904">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI NUMERIK PASANG SURUT KOMPONEN M2 DI PERAIRAN TELUK THAILAND</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAIRIL ANWAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan penelitian sebelumnya, Teluk Thailand didominasi oleh pasang surut diurnal. M2 dari laut China Selatan (SCS) menguat di sekitar wilayah pantai cina selatan, tetapi relatif rendah di Teluk Thailand (GoT). Simulasi model hidrodinamika dua dimensi dengan resolusi ?x = ?y = 5’ digunakan untuk mendeteksi M2 di bagian dangkal GoT. Hidrodinamika GoT dibangkitkan oleh amplitudo dan fase M2 yang diberikan pada batas terbuka model. Data inisial amplitudo dan fase M2 diperoleh dari Badan Informasi Geospatial (BIG) Indonesia. Hasil simulasi model  hidrodinamika menunjukkan bahwa amplitudo di bagian yang cukup dangkal di pantai Bangkok terlihat cukup besar dan berbeda dari data BIG. Namun demikian, secara umum pada bagian lepas pantai GoT relatif sama.  Dengan menggunkan data model, amplitudo didekat Pantai Bangkok sekitar 0,5 m, dan pada bagian lepas teluk thailand sekitar 0,1 m. sedangan menggunakan data BIG, amplitudo pada bagian pantai bangkok menunjukan hasil yang berbeda dari data model, yaitu hanya 0,09 m, sedangkan pada bagian lepas teluk thailand, menampilkan hasil yang sama dengan hasil Model, yaitu 0,01 m. Hasil Fase yang didapatkan menggunakan data model di bagian pantai bangkok mencapai 300°, dan pada bagian lepas pantai sekitar 250. Sedangkan mengunakan data BIG, pada bagian pantai bangkok menampilkan hasil yang mirip dengan hasil data model, yaitu 325°, sedangkan pada daerah lepas pantai menampilkan hasil yang sama dengan hasil model, yaitu 250°. Sirkulasi Pola arus M2 terlihat selalu kuat pada daerah pantai pataya dan kamboja, Arus bergerak pada t=0.25 TM2 mengarah ke pantai Siem Reap, kamboja dan Phang Nga dari bagian pantai pataya dan open boundary, pada t=0.5 TM2 arus bergerak dari open boundary ke pantai pattaya dan kamboja, pada t=0.75 TM2 arus bergerak ke arah pantai pattaya dan open boundary, dan pada t=1 TM2 arus mengarah ke pantai Siem Reap dan Phang Nga dari bagian pantai pataya dan kamboja.&#13;
&#13;
Keywords: Arus, pasang surut M2, tidal sea level, data BIG dan teluk Thailand&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>77904</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-19 14:53:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-21 11:08:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>