<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="77883">
 <titleInfo>
  <title>STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI DESA RANTAU PANJANG, KECAMATAN RANTAU SELAMAT, KABUPATEN ACEH TIMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Debrur Bil Sugiyama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luasan hutan mangrove yang terdapat di Kabupaten Aceh Timur saat ini mengalami penurunan. Kondisi tersebut disebabkan oleh banyaknya kawasan mangrove yang dijadikan lahan pertambakan dan adanya penebangan liar pohon mangrove yang digunakan masyarakat untuk bahan baku pembuatan arang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur vegetasi mangrove berdasarkan indeks nilai penting, indeks keanekaragaman serta melihat status kondisi vegetasi mangrove di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 hingga Februari 2020. Metode yang digunakan dalam penentuan stasiun penelitian ini yaitu purposive sampling. Pengambilan data vegetasi mangrove dilakukan pada 3 stasiun pengamatan menggunakan metode transek kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis spesies mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza. Indeks nilai penting (INP) vegetasi mangrove tertinggi di Stasiun 1 kategori pohon, anakan dan semai berasal dari spesies yang sama yaitu spesies R. apiculata sebesar 300%, 255,57% dan 200%. Pada stasiun 2, INP vegetasi mangrove tertinggi untuk kategori pohon, anakan dan semai juga berasal dari spesies yang sama yaitu spesies R. mucronata sebesar 226,65%, 259,16% dan 200%. Pada stasiun 3, INP vegetasi mangrove tertinggi untuk kategori pohon, anakan dan semai juga berasal dari spesies yang sama yaitu spesies R. apiculata sebesar 262,23%, 300% dan 200%. Indeks keanekaragaman (H’) tingkat pertumbuhan pohon berkisar antara 0-0,45, tingkat pertumbuhan anakan berkisar H’ 0-0,29, dan pada tingkat semai H’ bernilai 0. Nilai indeks keanekaragaman yang rendah disebabkan karena lokasi penelitian disusun oleh sedikit jenis mangrove dan hanya ada sedikit jenis mangrove yang mendominasi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>77883</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-18 16:14:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-21 10:18:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>