SIMULASI ARUS LAUT DI PERAIRAN SELAT MALAKA DAN SEKITARNYA DENGAN MODEL NUMERIK BEDA HINGGA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SIMULASI ARUS LAUT DI PERAIRAN SELAT MALAKA DAN SEKITARNYA DENGAN MODEL NUMERIK BEDA HINGGA


Pengarang

YUDI HADITIAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609300070012

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3) / PDDIKTI : 44001

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Selat Malaka adalah perairan internasional yang memiliki potensi maritim yang substansial. Oleh karena itu, informasi terkait hidrodinamika dan oseanografi diperlukan dalam upaya ekplorasi potensi perairan Selat Malaka. Hidrodinamika arus di perairan Selat Malaka dan sekitarnya masih belum tuntas dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari sistem sirkulasi arus laut harian dan bulanan di Selat Malaka termasuk perairan sekitarnya dengan model numerik beda hingga. Sirkulasi arus laut bulanan dipelajari dengan model numerik pendekatan hidrostatik. Sementara itu, pendekatan nonhidrostatik digunakan untuk prediksi sirkulasi arus laut harian. Simulasi arus hidrostatik dibangkitkan oleh angin dan elevasi air laut rata-rata bulanan (Sea Surface Height). Sementara simulasi arus nonhidrostatik dibangkitkan oleh pasang surut M2 dan lima komponen pasang surut (M2, S2, N2, K1, dan O1).
Berdasarkan sirkulasi angin dan hasil simulasi hidrostatik terdapat beberapa informasi terbaru. Variasi angin monsun memberikan dampak yang berbeda terhadap elevasi permukaan laut di Selat Malaka dan bagian Laut China Selatan (LCS). Pada bulan Januari (Northeast Monsoon (NEM)), angin timur laut relatif kuat di LCS (3 m/s - 4 m/s) dan di bagian utara Selat Malaka (maksimum 2 m/s). Sementara itu, pada bulan Juli (Southwest Monsoon (SWM)), angin selatan relatif kuat di bagian LCS (1 m/s - 2 m/s), sedangkan di Selat Malaka angin barat daya relatif lemah (~1 m/s). Variasi angin ini menyebabkan gradien elevasi permukaan laut bulanan lebih besar pada bulan Januari dibandingkan bulan Juli. Selain itu, pada bulan Januari (NEM), elevasi permukaan laut teramati lebih rendah di bagian utara Selat Malaka (0,46 m) dan tinggi di bagian LCS (0,78 m). Gradien elevasi permukaan laut yang cukup besar di bulan Januari menyebabkan arus dan volume transpor cukup kuat di bagian utara LCS (sekitar 0,2 m/s), Perairan Singapura (0,3 - 0,4 m/s), dan bagian selatan Selat Malaka (0,3 - 0,4 m/s). Kedalaman laut yang relatif dangkal di perairan ini juga adalah faktor arus relatif kuat. Pada bulan Juli (SWM), kecepatan arus dan volume transpor pada bagian selatan Selat Malaka dan LCS relatif lemah dibandingkan bulan Januari (0,1 – 0,2 m/s dan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK