<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="77574">
 <titleInfo>
  <title>KEBERMAKNAAN HIDUP WANITA YANG PERNAH DIPOLIGAMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Mutia J</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Poligami yang mengundang pro dan kontra menyita perhatian masyarakat  sehingga   menimbulkan  masalah.   Hal  ini   diakibatkan   banyak praktek poligami  dimasyaraka t  yang  tidak  sejalan  dengan  apa  yang  sudah menjadi ketentuan dalam agama Islam sehingga poligami  menjadi  salah satu penyebab perceraian  di  Aceh.  Poligami  yang dilandasi  ketidakadilan  dapat menyebabkan istri yang dipoligami merasa sedih dan kecewa. Menurut Schultz (1991)  perasaan  sedih  dan  kecewa  dapat   menimbulkan penderitaan,  situasi penderitaan menuntut  individu untuk menemukan makna hidup sehingga individu tersebut memiliki alasan  untuk meneruskan kehidupannya.&#13;
&#13;
Berdasarkan   hal   diatas   maka  tujuan   penelitian  ini   adalah  untuk mengetahui bagaimana kebermaknaan hidup wanita yang pernah dipoligami.Jumlah   partisipan dalam   penelitian ini adalah   lima orang ibu  rumah tangga yang berdomisili di Banda Aceh.Penelitian  ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi  yang menggunakan wawancara dan  observasi selama kurang lebih 3  bulan  untuk pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan semua partisipan merasa hidupnya kehilangan makna   setelah suami  mereka  berpoligami. Empat dari lima partisipan memilih bercerai, banya satu partisipan yang memilih mempertahankan pernikahan walaupun suami telah menikah lagi. Wanita yang pernah  dipoligami merasakan ketidakadilan,  kekerasan  hingga  berkurangnya perhatian dan kasih sayang suami.  Poligami yang terjadi  memicu hilangnya kebahagiaan  dalam   rumah   tangga  sehingga menimbulkan  kesedihan, penderitaan  dan   kekecewaan.  Hal  tersebut  menyebabkan  hilangnya  tujuan hidup dan  menyebabkan wanita yang pemah  dipoligami merasa kehidupannya tidak bermakna.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci :  Kebermaknaan hidup (meaning oflife), poligami&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>77574</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-15 14:38:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-15 14:39:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>