Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INTERAKSI SOSIALETNIS CINA DENGAN ETNIS NON-CINA DI BANDA ACEH
Pengarang
Desmawati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0710101010043
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola hubungan atau interaksi di antara kelompok masyarakat Cina yang minoritas dan cenderung tinggal berkelompok di tengah• tengah masyarakat mayoritas setempat di pusat kota Kota Banda Aceh sejak lebih dari dua ratus Lima puluhan tahun yang lalu. Sama dengan masyarakat Cina di belahan bumi lainnya kecenderungan hidup berkelompok ini merupakan sesuatu yang fenomenal. Mereka cenderung memertahankan budaya Cina yang tua, terutama, beragam dialek Bahasa Cina yang dibawa para perantau ini dari negerinya dan mereka juga cenderung mernpertahankan sistem sosial dan budaya mereka.
Kendati kecenderungan munculnya konflik jarang terjadi, tetapi kolompok minoritas sering mengalami perlakuan diskrinatif dari berbagai pihak dan pemerintah dalam berbagai hal. Di Indonesia, misalnya, kelompok minoritas ini mendapat perlakuan diskriminatif dari pemerintab secara resmi. Pertama, rej im orde lama mengusir semua orang-orang Cina dari daerah pedesaan dan bahkan mereka disurh pulang ke tanah leluhur mereka. Kedua, pemerintah orde baru bahkan melarang semua orang Cina menggunakan nama yang berbau Cina. Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2002 memutuskan dan menetapka bahwa terhitung dari tanggal keputusan tersebut masyarakat Cina tidak dilarang untuk merayakan hari-hari kebesaran mereka dan boleb mengembangkan seni budaya Cina dan agama Kungbucu diakui resmi di Indonesia sebagaimana agama-agama.
Berorientasi pada teori sosial fungsional structural dan teori-teori sosial lain yang sesuai, peneliti telah melakukan survei terbatas di Kota Banda Aceh dan beberapa tempat di sekitamya sebagai suatu upaya untuk mencari jawaban dari serangkaian pertanyaan penelitian ini. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan berbagai asumsi masyarakat bahwa orang-orang Cina Banda Aceh cenderung hidup berkelompok yang rnemerlihatkan berbagai karakteristik kehidupan yang berorientasi pada eksklusifisme. Sesuai dengan orientasi teori yang dipakai, dependen variabel yang ingin dijelaskan adalah pola hubungan (interaksi) sosial dalam arti apakah pola hubungan sosial insklusifisme atau pola hubungan yang cenderung ke arah amalgamasi, inegratif, atau asirnilatif
Hasil penelitian memerlihatkan bahwa beberapa karakteristik sosial yang ditemukan cenderung mendukung sikap eksklusif, seperti babasa. Masyarakat Cina masih memertahankan penggunaan Bahasa Cina sebagai alat komunikasi utama secara terbuka di samping penggunaan simbol-simbol budaya kecinaan. Demikian dengan variabel pendidikao sebagai sarana integrasi. Kendati pendidikan umum diselenggarakan oleh pemerintah untuk umum, namun mereka cenderung mengirim anak-anak mereka ke sekolah swasta. Pekerjaan para responden bervariasi. Orang Cina banyak bermitra kerja dengan kelompok pribumi dan sebaliknya. Orang-orang pribumi biasanya bekerja pada perusabaan atau toko Cina, tapi jarang sekali orang pribumi bisa memperkerjakan orang Cina. Kemitraan tidak belum berimbang. Yariabel budaya Bidang budaya agaknya tidak bersinggungan, sehingga sukar menemukan adanya akulturasi budaya Partisipasi sosial sudah mulai terpantau. Kecuali dalam peristiwa yang berkaitan dengan ritual keagarnaan, kedua belah pihak sudah saling berpatisipasi seperti perjarnuan kerkawina. musibab (saling melayat) dan lain-lain. Variabel agama merupakan salah satu sarana yang biasa dipakai untuk menjelaskan amalgamasi masyarakat. Temuan menarik ialah bahwa kendati Aceh memberlakukan Syariat Islam, tetapi Islam dapat hidup bersama agama-agama resmi yang lain tanpa melahirkan gejolak. Demikian juga dengan agama-agama lain. Semua agama dapat hid up berdapingan di Aceh tanpa kehadiran friksi penuh toleransi.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN TENTANG DALIL SISA CINA UNTUK Z (NURUL IZZAH, 2022)
MINAT ETNIS CINA MENGGUNAKAN BAHASA ACEH SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI LOKAL DALAM TRANSAKSI JUAL BELI (STUDI TERHADAP ETNIS CINA DI KOTA BANDA ACEH) (ASKALANI, 2016)
ANALISIS EKSPOR CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA KE CINA (Mizan Ichfad, 2021)
INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT CINA DAN MASYARAKAT ACEH (STUDI PADA MASYARAKAT ETNIS CINA DAN ETNIS ACEH DI GAMPONG PEUNAYONG KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH) (Susi Mailia, 2017)
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER HIDROGEL EKSTRAK ETANOL HERBA SIRIH CINA (PEPEROMIA PELLUCIDA (L.) KUNTH) SEBAGAI ANTIOKSIDAN (FADIATUS SAHIRA, 2023)