<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="77238">
 <titleInfo>
  <title>PROSES MEMAAFKAN PADA JANDA KORBAN KONFLIK ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dina Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  bertujuan  untuk  megkaji  proses  memaafkan   yang  muncul pasca  konflik  yang  dialami  oleh  para janda  korban  konflik  Aceh  yang  menjadi salah  satu  cara  untuk pencapaian   kedamaian  dalam   diri,  memberikan   dampak positif terhadap  kondisi  fisik. psikologis, dan emosional  korban,  sehingga  korban dapat   menjalani   hidup   dengan   lebih   baik   dan   lebih   tenang   paska   konflik. Responden  dalam  pcnclitian  ini adalah  tiga orang janda  yang merupakan  korban konflik.   Pendekatan    yang   digunakan    dalam    penelitian    ini  adalah    metode wawancara    mendalam    (in-depth   interview)  dan   observasi   untuk   mengetahui proses memaa.fkan pada janda korban konflik. Berdasarkan  analisa data yang didapatkan, diketahui bahwa ketiga janda  ini mengalami  pengalaman  yang menyedihakan   didalam   hidup,   mereka   merasakan   kesedihan   yang   mendalam, kcmarahan.   dan  dendam   terhadap   pelaku.   Untuk  terlepas  dari   emosi   negatif tersebut,  para  janda  ini  memberikan   maaf  kepada   pelaku   dengan   cara   yang berbeda,  antara  lain  pemberian  maaf alas  dasar  dari  dalam  diri  yang  merupakan keinginan   mereka   untuk   menjauhi  rasa  marah   dan   dendam   terhadap   pelaku, dukungan   dari   lingkungan   sekitar  terutama   keluarga   yang   merupakan    orang terdekat   sepeninggal   suami.   Selain   itu,  keyakinan    terhadap   Allah   SWT  juga menjadi  salah satu cara yang diambil  oleh para janda ini untuk mengurangi  emosi negatif terhadap  pelaku.&#13;
&#13;
Kata Kunci  :  Memaafkan,  Janda, Koflik Aceh&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>77238</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-11 09:49:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-11 09:49:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>