KEMISKINAN DAN KETERBATASAN LAHAN USAHA TANI (DI KAMPUNG RUSIP KECAMATAN RUSIP ANTARA KABUPATEN ACEH TENGAH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEMISKINAN DAN KETERBATASAN LAHAN USAHA TANI (DI KAMPUNG RUSIP KECAMATAN RUSIP ANTARA KABUPATEN ACEH TENGAH)


Pengarang

Suryani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0810101010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: Kemiskinan dan Keterbatasan Lahan Usaha Tani

Penelitian ini menjelaskan keterkaitan antara kemiskinan dengan kepemilikan lahan. Kemiskinan dan kepemilikan lahan saling mempengaruhi dan sangat terkait dengan kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Fokus dalam penelitian ini adalah kemiskinan pada masyarakat kampung Rusip dataran tinggi Gayo Aceh Tengah yang pendapatannya sangat tergantung pada lahan dan usaha tani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterbatasan lahan usaha tani dengan kondisi hidup masyarakat petani, untuk mengetahui sistem kepemilikan dan pengusahaan lahan terkait dengan kemiskinan pada masyarakat petani, untuk mengetahui pengaruh kepemilikan dan pengusaan lahan terhadap kemiskinan, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan selain dari permasalahan dan keterbatasan lahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 172 KK yang ada di Kampung Rusip sedangkan sampel berjurnlah 80 KK yang terdiri dari petani miskin yang mempunyai lahan terbatas, orang kaya, pemilik lah.an, petani penggarap, dan kepala kampung. Sampel ditentukan dengan menggunakan random sampling atau random sederhana. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa petani kopi masih mengalami masalah ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti basil penjualan panen yang rendah, keterbatasan lahan yang dimiliki, jumlah anggota keluarga, keterbatasan barang primer dan sekunder. Fenomena kemiskinan bukan hanya terbatas dan kurangnya aspek keuangan, melainkan juga kurangnya kreativitas, inovasi, kesempatan untuk bersosialisasi dengan berbagai potensi dan sumber daya yang ada dan sedikitnya upaya pengembangan potensi diri di masyarakat. Kebijakan pemerintah belum bisa mengatasi kemiskinan khususnya para petani kopi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK