<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="77034">
 <titleInfo>
  <title>MOTIV ASI KELUARGA MISKIN DALAM MENYEKOLAHKAN ANAK (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PADA KELUARGA MISKIN DI DESA PENOSAN KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Buniamin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ka ta Kunci :   Kemiskinan, Pendidikan, dan Motivasi&#13;
&#13;
Indonesia  adalah   negara  besar.  SaJah  satu  negara  yang  sedang  berkembang pada  dasarnya  dihadapkan  pada  berbagai   masalah.  Salah  satu  permasaJahan  yang dihadapi  adaJah  ketidakmerataan  dalam   bidang  kesejahteraan,   Hal  ini  terlihat  dari masih  banyaknya   keluarga   miskin  yang   berada   di  bawah  garis  kemiskinan,   yang diulcur dengan  sejwnlah pengeluaran  yang  setara  dengan 2100 kalori  per kapital dan ditambahkan  dengan kebutuhan pokok minimum    seperti    sandang,    perumahan, kesehatan  dan pendidikan.  Kemiskinan  merupakan sebuah fenomena sosial yang saat ini tumbuh  dan  berkembang  dan  menyebabkan  banyak  dari  keluarga   miskin  yang tidak  mampu  menyekolahkan  anaknya.  Disisi   lain,  mendapatkan pendidikan   yang tinggi bagi anak-anak  penting,  untuk memutus mata rantai kemiskinan.&#13;
Penelitian   ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  tentang  motivasi,  harapan,  dan kendala-kendala yang  di hadapi  keluarga  miskin  dalam menyekolahkan anak di Desa Penosan, serta  untuk  mengetahui   dan   memahami   upaya-upaya  apa  saja  yang  di lakukan  keluarga  miskin  di  Desa  Penosan   agar  anak-anak  mereka bisa  berseko)ah hingga  ke jenjang yang  lebih  tinggi.  Manfaat penelitian  ini secara  akademik adalah sumbangan   pemilciran  dari  penulisan  terhadap   ilrnu yang  telah   dipelajari  terutama tentang   masalab   pendidikan  dan  masalah    kemiskinan,   ada   pun   manfaat  praktis sebagai  bahan masukan terhadap pemerint.ah setempal Metode  yang   di  gunakan  dalam   penelitian   ini adalah Studi  kasus dengan pendekatan kualitatif Deskriptif.  Teknik pengumpulan  dilakukan melalui studi kepustakaan,   observasi, dokumentasi  dan  wawacara  mendalam   (In-depth interview). lnforman diambil  berdasarkan  kareteristik  yang  penulis  tetapkan yaitu:  berdasarkan indikator  yang ditetapkan oleh Badan Pusat  Statistik dan Departemen Sosial, tentunya Keluarga miskin yang  memiliki anak-anak  yang sekolah pada pendidikan Formal, ada pun  yang  menjadi  informan  dalam  penelitian  ini adalah  8  keluarga miskin  serta  di perkuat  oleb 3 informan kunci yaitu  Camat  Blangjerango,  Gecik Desa  Penosan  dan kepala SMA Negri  I  Blangjerango.Hasil  penelitian  di  lapangan  menujukan  bahwa  keluarga miskin menyadari pentingnya    pendidikan   bagi  anak-anak  mereka yang   melanjutkan   pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, keluarga misk.in  memiliki  motivasi  clan harapan terhadapanak mereka  yang  melanjutkan pendidikan   kejenjang yang  lebih  tinggi,  seperti bisa membantu keluarga  keluar dari  kemiskinan,  membantu menyekolahkan  adik-adik mereka  dan  bekal  ilmunya  nanti.  Namun  keluarga   miskin   mempunyai   kendala• kendala  dalam menyekolahkan anak mereka  seperti  masalah biaya dan akses memuju sekolah yangjauh. Akan  tetapi itu bukan  lah sebuah penghalang bagi keluarga miskin daJam menyekolahkan anak-anak  mereka.  keluarga  miskin melakukan berbagai upaya agar anak mereka  bisa tetap sekolah hingga kejenjang yang lebih  tinggi  yaitu: bekerja siang dan malam, meminjam  uang serta  di sekolahkan oleh pihak  keluarga yang lebih mampu  (Family).&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>77034</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-09 10:07:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-09 10:11:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>