<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="76965">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN QOS VIDEO STREAMING PADA TUNNELING ISATAP DAN 6TO4</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khaled Hafis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan   dan    penggunaan  internet    sebagai    sistem    informasi    terus meningkat, dimana  mayoritas pengguna internet  masih  menggunakan IPv4  dan alokasi  alamat  yang tersedia  diperkirakan akan habis  dalam waktu yang tidak lama  lagi.  Namun masih  banyaknya penggunaan IPv4  saat ini  tidak  siap  untuk proses migrasi secara langsung kepada IPv6.  Oleh karena itu dibutuhkan metode transisi menuju IPv6, metode transisi kedua jenis IP ini dikenal dengan dualstack, translation   dan tunneling.   Dalam penelitian  ini,  akan di  analisis   Quality  Of Service  (QoS) jaringan tunneling  ISATAP dan 6to4 dalam menjalankan  layanan video streaming yang menggunakan aplikasi VLC. Parameter yang di ukur dalam jaringan yaitu throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan tools wireshark.  Kemudian parameter yang didapat dari jaringan tunneling ISATAP dan 6to4 tersebut akan dibandingkan  dengan menggunakan metode statistik  uji t berpasangan dengan besar nilai n adalah 51. Hipotesis awal yang digunakan yaitu jaringan tunneling 6to4 memiliki perbedaan nilai yang lebih baik secara signifikan dari  pada jaringan  tunneling  ISATAP.  Dari  pembandingan didapatkan bahwa untuk parameter throughput  dan delay memiliki t hitung sebesar 3,403 dan 6,726 lebih  besar dari t tabel  sebesar 2,678 yang berarti hipotesis  ditolak. Sedangkan pada parameter jitter dan packet  loss tidak didapati nilai dari  hasil pengukuran. Hal  ini kemungkinan disebabkan karena kedua jaringan tidak memiliki gangguan ataupun beban jaringan dan jaringan yang digunakan adalah jaringan peer  to peer atau jaringan yang tidak memiliki banyak node.&#13;
&#13;
Kata kunci: ISATAP, 6to4,  throughput, jitter, packet loss,delay.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>76965</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-08 14:52:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-08 14:53:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>